Tanah Merdeka Yang Hanya Pada Selembar Naskah

Cirebonmedia.com– Indonesia, Negara dengan segudang kekayaan dan sejarah. Bumi pertiwi sekian ratus tahun menjadi bulan-bulanan bangsa asing yang masuk dan menjajah demi memiliki kekayaan alam melimpah seperti rempah-rempah dan hasil tambang seperti emas, tembaga hingga uranium.

Bangsa ini juga merupakan suatu bangsa yang besar. Dahulu sempat berdiri kerajaan besar seperti Majapahit yang memiliki daerah kekuasaan hingga mencangkup hampir sebagian besar wilayah di Asia Tenggara. Sebuah kerajaan yang memiliki kekuatan dan kekayaan melimpah. Terbentang dari Sabang hingga Merauke, hampir kekayaan alam yang mampu menghasilkan keuntungan financial yang cukup tinggi tersebar dalam tubuh bangsa Indonesia. Ini lah yang memicu bangsa barat dan juga Jepang ingin menguasai Ibu Pertiwi.  Tiga setengah abad Negara ini dibombardir kekuatan besar yang berlandaskan kekejian bagi siapa pun yang tak menuruti nafsu keji mereka.

Perjuangan terus dilakukan, sementara itu seorang pemimpin terlahir dengan bekal kemampuan yang dapat mempersatukan Indonesia dan dapat menyulut semangat juang masyarakat untuk menghapus noda kegelapan penjajah dan menuju dunia terang yang merdeka.

17 Agustus 1945, Seorang pemimpin yang dijuluki ‘Sang Proklamator’ membacakan naskah kemerdekaan dengan suara lantang di depan sang Garuda yang selama masa penjajahan terkurung di dalam sangkar bangsa asing.

 

 

P R O K L A M A S I

Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.

Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan

dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.

 

    Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05

                                         Atas nama bangsa Indonesia.

                                            Soekarno/Hatta.

Kemerdekaan-yang-hanya-pada-sebuah-naskah-smallProklamasi yang dikumandangkan menggema keseluruh negeri, bangsa Indonesia terbebas dan meredeka dari penjajahan bangsa asing. Sorak-sorai menandai lahirnya bangsa yang merdeka dengan perjuangan yang menelan banyak nyawa dan darah demi demi berkibarnya Sangsaka Merah Putih.
Tahun demi tahun dihari dan tanggal yang sama diperingati sebagai hari kemerdekaan Indonesia. Akan tetapi, masyarakat justru memilih dijajah oleh diri dan bangsanya sendiri. Rakus akan kekuasaan dan kekayaan terjadi dihampir seluruh lapisan masyarakat. Hampir seluruh kekayaan Negara ini digadaikan kepada pihak asing.

Tepat ditahun 1998, kerusuhan dan carut-marutnya Negara ini terjadi sebagai penanda dimulainya babak baru penjajahan. Mungkin zaman dahulu musuh yang dilawan adalah bangsa asing, akan tetapi sekarang yang harus dihadapi adalah penjajah dari bangsa sendiri.

Korupsi, Kolusi dan Nepotisme semakin hari mulai menjamur dalam hati masyarakat Indonesia, bahkan tak jarang orang-orang yang duduk sebagai wakil rakyat justru mengkhianati suara rakyat dengan penderitaan yang diberikan. Mungkin saja secara jasad mereka hidup akan tetapi secara nurani mereka sudah mati.

Kemerdekaan yang sekarang terjadi ialah kemerdekaan yang terasa hanya oleh segelintir perut, bahkan dunia pendidikan kerap menjadi korban dari ganasnya KKN. Hal ini terlihat jelas dengan tidak meratanya pendidikan yang ada di Indonesia, jika anak di kota mudah mengenyam pendidikan, hal terbalik justru terjadi di daerah pelososk negeri. Tak heran jika bangsa ini semakin tertinggal dari Negara-negara tetangga. Hal tersebut semakin diperparah dengan jual beli ijazah yang menandakan kebobrokan pendidikan di Negara ini.

Tanah merdeka yang hanya pada selembar naskah, Garuda menjelma sebagai burung perkutut dan bendera dijadikan sebagai pembalut.  Sebagai generasi yang memegang tongkat estafet perjuangan harus bangkit dan melawan semua kebiadaban. Jangan sampai kelak kita menjadi tamu di negeri sendiri, atau sebagai penonton orang asing berpesta pora menikmati hasil kekayaan Indonesia.

Mari kita lawan ketidakadilan dengan semangat serta karya yang berlandaskan cinta. Mari kita mulai menulis tinta emas kemerdekaan yang sejati. Kemerdekaan yang meberikan kebahagiaan bagi seluruh bangsa. Garuda harus terbang tinggi, dan Merah Putih harus berkibar hingga menutupi luka yang disebabkan nafsu binatang yang menguasai hati. Maju terus Indonesia, tunjukan pada dunia bahwa kita adalah suatu kekuatan yang berlandaskan cinta dan kasih sayang.

 

Images By Google

Oleh Leo Rahadian

Shares
Share This