PEMKOT DESAK HISWANA MIGAS

Segera Atasi Masalah Ini…IMG-20140823-00516

Fenomena ngantri BBM yang jarang terjadi di kota Cirebon membuat petinggi dikota wali ini ikut prihatin. Melalui sambungan telepon redaksi mencoba menghubungi Kabag Humas Pemkot, Agus Sukmanjaya untuk mencari tahu, apa yang dilakukan pemkot dengan keadaan ini. “Kebijakan pembatasan BBM itu merupakan kewenangan pusat, jadi agak sulit kalau menyentuh kepada hal itu. Yang dilakukan Pemkot adalah memberikan masukan kepada pusat dalam hal ini kementerian BUMN dan Pertamina tentang keresahan yang terjadi di masyarakat kota Cirebon dan sekitarnya.”

Akibat berjalannya pembatasan subsidi berdasarkan kuota yang dilakukan pemerintah pusat membuat pasokan BBM untuk wilayah Cirebon mengalami pengurangan, yang tadinya 15 ribu liter per SPBU, menjadi hanya 8 ribu liter saja. Tentu hal ini membuat panik masyarakat. Walaupun ada alternatif pengganti dengan menggunakan pertamax, namun hal itu tetap membuat public shock. Karena sekarang masyarakat harus mengeluarkan biayaantri 1 lebih besar dari biasanya 6.500 rupiah menjadi 11.000 rupiah. Masyarakat akan berhitung untuk melakukan aktifitas, artinya dampak akan mulai dirasakan jika dalam seminggu mendatang tidak ada tindakan. Langkah penyesuaian juga pasti akan terjadi pada tarif angkutan umum yang tentu akan mempengaruhi harga yang lain. “Kami sudah sampaikan kepada mereka tentang keresahan masyarakat akibat kebijakan pembatasan ini,” jelas Agus.yang kerap berkeliling memantau situasi. “Disamping itu kami melakukan langkah lain dengan mendesak Hiswana Migas yang merupakan operator di lapangan untuk segera mengambil langkah cepat mengatasi persoalan dilapangan. Namun sampai hari ini kami belum mendapat respon berupa keterangan resmi dari pusat/pertamina. Kita berharap saja kondisi ini bisa segera diatasi, insya Allah” jelasnya menutup pembicaraan. @ar CM

Shares
Share This