Jadi Bagian Solusi Atau Masalah Bangsa

Teramat mahal pesta demokrasi di negeri ini. Berbagai permasalah timbul karena kontestasi politik. Anak bangsa saling berseteru bahkan ada yang bertarung setelah berurusan di media sosial.

Pada pelaksanaan pesta demokrasi banyak petugas berguguran lebih dari 500 orang petugas pemilu meninggal, sementara ini konon katanya karena kelelahan.

Selesai pemungutan suara mulai lagi memanas saat masing-masing pihak klaim kemenangan. Hitungan penyelenggara pemilu pun tidak dipercayai dan menimbulkan gejolak.

Sebagian pendukung capres yang dinyatakan kalah tidak menerima putusan tersebut dan melakukan protes dengan turun ke jalan. Pemerintah melelui aparat mengawal jalanya aksi damai tersebut.

Namun ada pihak yang sengaja mengambil keuntungan dari keadaan ini membuat panas dan terjadi chaos. Semua pihak tidak merasa bersalah walaupun korban berjatuhan.

Ada pos polisi, asrama brimob, mobil, motor bahkan gedung bawaslu menjadi sasaran amukan massa. Entah massa dari mana dan siapa ? Karena mereka yang melakukan unjuk rasa tetap damai.

Amuk massa ini yang menjadikan pihak keamanan dalam hal ini kepolisian mengambil tindakan reaktif. Lebih dari 5 orang tewas tertembak dan ratusan lain terluka.

Kenapa semua ini bisa terjadi ? Siapa yang disalahkan ? Tentunya hal ini tidak akan terjadi kalau elit politik mengedepankan solusi terbaik buat bangsa bukan menambah masalah bangsa.

Kecurangan pemilu tentu sudah ada jalur hukumnya lewat MK, kalaupun harus melakukan aksi massa ada ketentuan yang berlaku. Aksi dapat dilakukan dengan damai dan dikawal petugas sampai batas waktu yabg diijinkan. Setelah itu membubarkan diri. Begitupun aparat kepolisian tidak seharusnya menghalau para perusuh dengan senjata berpeluru tajam.

Para perusuh bisa saja dihalau cukup dengan tembakan gas air mata, water canon, peluru hampa, peluru karet, itupun sudah cukup melukai. Peluru tajam bisa saja melukai bahkan membunuh rakyat yang sebenarnya tidak ikut kerusuhan.

Apa yang didapat dari kerusuhan ini ? Kerugian moril dan materil pastinya. Bahkan tanah abang yang menjadi pusat bisnjs harus berhenti beroperasi dan mematikan ekonomi pedagang. Mencapai milyaran rupiah kerugian akibat kerusuhan tersebut. Tentunya mata dunia pun menilai buruk kepada bangsa ini.

Bangsa lain boleh memberikan kritik Indonesia, tapi tidak dengan kita. Karena kita adalah bagian dari Indonesia, bukan tugas kita sekedar memberikan kritik, tapi tugas luhur kita sejatinya adalah menghadirkan sebuah solusi.

Anak-anak muda harus berani mengambil sikap tegas, karena tugas kita bukan menjadi bagian dari masalah, tapi tugas kita sejatinya ialah menjadi bagian daripada solusi bangsa.

Para petarung tangguh tentunya akan bertarung dengan fair tidak memanfaatkan siapapun untuk ambisinya menjadidi pemimpin. Jangan sampai rakyak yang menjadi korban.

Bukankah yang digaungkan oleh Jokowi – Ma’ruf dan Prabowo – Sandi adalah mengutamakan kepentingan rakyat ? Bukankah rakyat bangsa ini butuh solusi bukan masalah. Rakyat sudah susah jangan bikin rakyat tambah susah, berikan solusi agar rakyat ini damai, hidup layak dan sejahtera.

Begitupun aparat kepolisian tentunya masih punya hati karena yang dihadapi bukan penjajah bukan juga pasukan asing. Konon yang dikatakan perusuh itu adalah anak – anak bangsa juga, mau mereka itu preman kek atau siapapun mereka tetap anak bangsa. Bukan dengan peluru tajam menghadapinya. Bukankah TNI mampu menghalau massa hanya dengan tangan kosong ? Lalu kenapa harus pakai senjata kalau dengan tangan kosong mampu meredam kebrutalan.

Ayolah gaees mau kalian Capres, mau kalian pejabat, Politikus, loyalis partai, aktifis, aparat negara, kepolisian, TNI, para pemuda, mujahid dan lain sebagainya yang merasa menjadi rakyat Indonesia jadilah bagian dari solusi jangan menjadi bagian masalah bangsa.

Shares
Share This