Strategi Mendapat Keuntungan Dari Deposito

Cirebonmedia.com – Seperti diketahui, deposito merupakan salah satu cara untuk investasi yang ideal. Namun masih banyak orang yang belum paham mengenai deposito dan bagaimana deposito itu. Deposito adalah sebuah produk bank sejenis jasa tabungan yang biasa ditawarkan kepada masyarakat. Dana dalam deposito dijamin oleh pemerintah melalui Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dengan persyaratan tertentu.

Lalu bagaimana strategi yang harus dilakukan agar investasi ini dapat menguntungkan menguntungkan ? Berikut adalah beberapa strategi jitu agar deposito Anda lebih menguntungkan.

Tentukan Jangka Waktu

Tentukan berapa lama Anda berencana menaruh dana Anda. Hal ini tergantung dari kapan Anda membutuhkan dana tersebut, atau ketika Anda memiliki cadangan dana lain yang akan Anda gabungkan ketika deposito Anda jatuh tempo.

Pilih Jenis

Tentukan jenis deposito yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Misalnya, Anda ingin berinvestasi dalam jangka waktu 2 tahun dan tidak ingin terjebak dengan tingkat suku bunga rendah, maka jenis deposito berjangka adalah produk yang cocok. Bila khawatir membutuhkan dana tersebut secara tiba – tiba, coba pertimbangkan jenis deposito likuid/on call.

fixed-depositBandingkan Suku Bunga

Setelah Anda tentukan jenis deposito yang Anda butuhkan, baru bandingkan produk deposito sejenis dari berbagai bank yang berbeda. Agar lebih mudah, cobalah untuk bandingkan deposito secara online.

Pisahkan!

Apa yang di pisahkan ? Jawabannya adalah uang Anda. Maksudnya, jika Anda memiliki sejumlah dana yang cukup besar, maka Anda membaginya dalam produk deposito dengan jangka waktu berbeda. Strategi ini memiliki istilah laddering dan menjadi salah satu cara untuk mengurangi kekurangan sebuah produk deposito. Strategi ini dapat memberi akses likuiditas sebagian dari dana yang Anda miliki, dan melindungi dari fluktuasi tingkat suku bunga.

Caranya adalah jika Anda ingin berinvestasi sebesar Rp 150 juta dengan menggunakan strategi ini, Anda membaginya menjadi Rp 50 juta dengan jangka waktu 1 tahun. Kemudian Rp 50 juta selanjutnya dengan jangka waktu 2 tahun, dan sisanya selama 3 tahun. Kemudian, ketika setiap satu tahapan jatuh tempo, Anda dapat mengambilnya secara tunai atau menginvestasikannya kembali ke dalam durasi 3 tahun. Maksudnya agar siklus jatuh temponya akan kembali seperti semula.

Shares
Share This