Sehari Sebelum Pertandingan, Atlet Layar Jalani Latihan Resmi

Cirebonmedia.com- Sehari sebelum pertandingan dimulai, para atlet layar di seluruh nomor yang dipertandingkan, Senin (19/9/2016), mulai menjalani sesi latihan resmi. Di Perairan Balongan, mereka sudah diperbolehkan melewati race yang telah disiapkan oleh panitia pertandingan.

Sesuai jadwal, setelah technical meeting, siang ini seluruh atlet menjalani sesi latihan resmi. Race dan batas-batas race telah dipasang dan menjadi panduan bagi atlet layar menjalani sesi latihan resmi tersebut.

Sebelumnya, seluruh atlet mengikuti tachnical meeting pertama yang langsung dari juri perlombaan yang berasal dari organisasi olah raga layar internasional. Technical meeting di Gedung Serbaguna Pantai Balongan, dipimpin langsung Ketua Juri Layar PON XIX, Tan Le Suan, didampingi Loh Hong Kit, keduanya dari  ISF (International Sailing Deretaion)  dan Asep TD dari Porlasi (Persatuan Olahraga Layar Seluruh Indonesia).

“Sesi latihan ini sudah menjadi agenda resmi pertandingan. Ini agar para atlet sudah langsung bisa mengenal race yang telah ditentukan. Selama ini, latihan yang mereka gelar sifatnya tidak resmi, kendati tetap dalam pengawasan panitia,” tutur Ketua Panitia Pelaksana Layar, Jambak.

Ada 25 nomor yang dipertandingkan pada cabang olah raga (cabor) layar. Bertempat di perairan Pantai Balongan, Kabupaten Indramayu, atlet dari 16 propinsi akan memperebutkan 25 medali emas yang dipersiapkan.

IMG-20160919-WA0005Untuk pertandingan awal, akan dimulai Selasa siang besok (20/9/2016). Sesuai jadwal, setelah technical meeting untuk menjelaskan peraturan-peraturan pertandingan, pertandingan berlangsung mulai pukul 11.00 WIB sampai 16.00 WIB.

Olahraga layar di Indonesia sudah ada sebelum Perang Dunia II, namun kegiatan tersebut di Indonesia masih didominasi oleh orang-orang Belanda. Beberapa club diantaranya adalah KONINKLIJKJACHT CLUB Batavia , Medan , Semarang , Surabaya , Makassar dan kota lainnya. Tahun 1952, terbentuk perkumpulan layar yang dipelopori oleh Mayor Laut Roeseno, WNI keturunan Jerman bersama Laksamana Martadinata, Aziz Saleh, Abdul Munthalib. Sejak itu berkembang perkumpulan layar Putri Hijau Medan, PORAS Surabaya, Andi Matalata Makassar, Balikpapan, Semarang dan kota lainnya. Azis Saleh mempelopori lomba layar “KOPRA RACE” dalam rangka HUT RI 17 Agustus dan Departemen Perhubungan Laut dengan eventnya “ENTRE PORT REGATTA”.

Shares
Share This