Nasib Pendidikan Pelosok Negeri

Cirebonmedia.com– Manusia hidup berkembang di dunia tak bias lepas dari peran mutlak suatu ilmu pengetahuan, pengetahuan didapat dalam suatu pendididkan, baik itu formal maupun non formal. Bahkan seorang ibu ialah sekolah pertama bagi anaknya. Bisa dikatakan pendidikan merupakan faktor penting dalam pergerakan maju suatu peradaban.

Pendidikan merupakan suatu kebutuhan primer bagi manusia sepanjang hidupnya. Setiap manusia membutuhkan pendidikan, sampai kapan dan dimanapun ia berada, bisa dikatakan hal ini yang menentukan membentuk karakter suatu individu. Pendidikan sangat meiliki peranan penting, sebab tanpa pendidikan manusia akan sulit untuk berkembang dan bahkan akan terbelakang dan tertingggal. Dengan demikian pendidikan harus betul-betul diarahkan untuk menghasilkan manusia yang berkualitas dan mampu bersaing, di samping memiliki budi pekerti yang luhur dan moral yang baik.

Indonesia merupakan Negara yang terbentuk dari kumpulan pulau yang menjadi satu kesatuan nusantara. Kota-kota besar yang menjadi dan berdekatan dengan pusat memerintahan di Indonesia memiliki sekolah serta fasilitas pendidikan yang bonavit, sarana yang “Wah”, bahkan tak jarang tenaga pengajarnya pun didatangkan dari luar negeri. Literacy is a human right. Lembaga dunia PBB UNESCO meyakini bahwa setiap anak berhak memiliki pijakan yang kuat dalam membangun potensi dirinya lewat pendidikan, yaitu kemampuan membaca.

Miris! ketika kemewahan bagi sekolah di kota besar yang memiliki kelas internasional dengan  tenaga pengajar asing, dengan fasilitas super lengkap. Sementara di pelosok negeri, jangankan bisa membaca, bisa duduk di bangku sekolah saja bisa jadi merupakan suatu kemewahan. Bahkan tak jarang bangunan yang disebut sekolah tak layak untuk jadi sekolah, seperti bangunan dengan atap yang rusak serta bangunan yang terkesan seperti reruntuhan.

Bertarung nyawa untuk menggapau impianPemerintah harus meperhatikan hal tersebut, untuk bertindak lebih baik dalam pemerantaan pendidikan yang layak di negeri ini. Anak pelosok negeri tak harus bersusah payah melewati sungai dengan jembatan gantungan yang bias mengancam keselamatan kapan saja, dan tak perlu khawatir lagi karena tenaga pengajar sudah pasti ada untuk meberikan ilmu kepada mereka. Semoga hal ini dapat terwujud, karena apa pun yang terjadi mereka adalah generasi penerus bangsa yang akan menerima tongkat estafet dan menyelesaikan perjalanan hingga garis finish.

 

Image By: Google.com 

Shares
Share This