Kemanakah Rotan Cirebon yang Sempat Menjadi Primadona?

Cirebonmedia.com- Katanya, Indonesia meupakan suatu negara yang memiliki hasil alam yang sangat kaya. Berbicara tentang kekayaan alam Indonesia, terekam jelas dalam catatan kita bahwa terdapat salah satu tanaman yang sempat menjadi penyumbang besar devisa negara yaitu rotan.

Rotan merupakan jenis tumbuhan dari keluarga pohon Palm, yang kurang lebih memiliki 600 jenis spesies yang bisa ditemukan di daerah tropis seperti Afrika, Asia dan Australia. Pada umumnya tanaman ini tumbuh dan memiliki bentuk berbeda dari jenis pohon palm lainya, dengan memiliki batang tanaman yang lebih ramping dengan diameter mencapai 2-5 cm, serta tidak berongga, dan memiliki duri-duri panjang, keras, dan tajam. Duri pada tumbuhan ini berfungsi sebagai alat pertahanan diri dari herbivora, sekaligus membantu pemanjatan, karena rotan tidak dilengkapi dengan sulur.

Tumbuhan ini banyak dimanfaatkan sebagai usaha pada bidang Furniture, Mebel serta kerajinan tangan lainnya. Tak hanya pada batangnya saja, getah pada tangkai bunganya pun dapat dimanfaat, dan sebagian besarnya dimanfaatkan untuk pewarnaan pada Biola karena memiliki warna merah alami, dan hal itu sering disebut dengan Blood Dragon. Di Indonesia sendiri ada beberapa daerah yang memiliki hasil kekayaan berupa rotan yaitu Kalimantan, Sumatera, Sulawesi dan  Papua dengan potensi rotan  Indonesia sekitar 622.000 ton/Tahun. Dengan potensi tersebut, Indonesia menjelma sebagai suatu negara penghasil rotan terbesar di dunia, melalui survei, diperkirakan 80%  bahan baku rotan yang tersebar di belahan dunia dihasilkan oleh Indonesia, dan sisanya dihasilkan oleh Negara Asia lainnya seperti Philippina dan Vietnam.

Ada satu daerah penghasil kerajinan rotan terbesar di Indonesia yang memiliki kualitas tinggi di mata dunia, yaitu Cirebon. Cirebon merupakan daerah pengasil kerajinan rotan yang kualitasnya sangat baik, industri mebel serta kerjinan rotan lainnya dapat dijumpai di Kabupaten Cirebon tepatnya di dearah Plered. Daerah ini sempat menjadi salah satu penyumbang devisa terbesar bagi Kabupaten Cirebon. Lebih dari 1.000 kontainer mebel rotan diekspor setiap bulannya. Lalu, kemanakah rota yang sempat menjadi primadona tersebut?

industrirotancrbneditIndustri rotan Cirebon sempat mengalami kelesuan, menurut data dari Kementrian Perindustrian Republik Indonesia, Pada tahun 2007, beberapa produsen mebel rotan di Cirebon mengalami penurunan produksi, diantaranya yang semula dapat mengekspor sebanyak 120 kontainer per bulan, saat ini hanya mampu mengekpor 15–20 kontainer, bahkan sudah ada yang tidak berproduksi lagi. Hal tersebut disebabkan oleh sulitnya memperoleh bahan baku rotan yang berkualitas, namun sebaliknya di negara pesaing bahan baku tersebut lebih mudah didapatkan. Akibatnya banyak pengusaha rotan kecil yang semula sebagai sub-kontraktor tidak memperoleh pekerjaan lagi, sehingga menimbulkan banyak pengangguran. Disamping itu, juga berdampak terhadap terhambatnya pengembalian kredit oleh industri pengolahan rotan ke perbankan (alias kredit macet). Apabila hal ini tidak segera diatasi, maka bisa jadi industri pengolahan rotan akan menjadi semakin terpuruk.

Penurunan industri pengolahan rotan, baik yang terjadi pada skala nasional maupun di sentra industri Cirebon sejak tahun 2005 disinyalir penyebabnya adalah dikeluarkannya SK Menteri Perdagangan No. 12/M-DAG/PER/6/2005 tentang Ketentuan Ekspor Rotan, yang memperbolehkan ekspor bahan baku rotan dan rotan setengah jadi (ditambah lagi dengan mengalirnya bahan baku rotan ke luar negeri secara illegal), mengakibatkan industri pengolahan rotan di dalam negeri sulit mendapatkan bahan baku. Di lain pihak, industri pengolahan rotan di negara-negara pesaing, terutama China dan Taiwan berkembang lagi secara pesat, sehingga merebut pangsa pasar dan potensi pasar ekspor produk rotan dari Indonesia.

Disisi lain ekspor produk rotan China yang pada pada tahun 2002 masih berimbang dengan Indonesia sebesar US $ 340.000, pada tahun 2006 telah meningkat 4 kali lipat, sementara Indonesia sebagai penghasil bahan baku rotan kegiatan ekspor produk rotannya  menurun.

Perlahan tapi pasti, pencabutan eksport bahan mentah rotan disambut positif oleh masyarakat industri rotan di Kabupaten Cirebon. Harapan baru mulai muncul, rotan yang hampir lenyap kini tumbuh kembali dengan semangat serta kreatifias industri yang ingin membuktikan diri bahwa, Cirebon adalah daerah yang masih diperhitungkan oleh dunia dalam menghasilkan produk rotan.

 

Image By: Google.com

Shares
Share This