Perbedaan Mendasar Antara Hipotensi dan Anemia

Banyak yang mengira bahwa darah rendah atau hipotensi dan anemia itu sama saja. Meskipun gejalanya mirip, kedua kondisi ini sangat jauh berbeda.

Kesalahpahaman yang dianut banyak orang ini sering mengartikan keduanya sebagai sinonim. Padahal keduanya memiliki arti dan penanganan yang berbeda.

Biar kamu nggak salah kira, inilah perbedaan mendasar antara anemia dan hipotensi

1. Hipotensi berarti tekanan darah di dalam arteri lebih rendah sedangkan anemia berarti kurangnya sel darah merah

Saat darah mengalir lewat arteri, darah memberikan tekanan pada dinding arteri, tekanan tersebut yang dinilai sebagai ukuran kekuatan aliran darah dan disebut dengan tekanan darah. Pada hipotensi, tekanan darah di dalam arteri jauh lebih rendah daripada tekanan darah normal.

Sedangkan anemia adalah kondisi di mana seseorang memiliki sedikit sel-sel darah merah yang sehat untuk membawa oksigen yang cukup ke setiap organ dan jaringan tubuhnya.

2. Hipotensi diukur dengan tensimeter sedangkan anemia dengan Hb meter

Umumnya orang dengan kondisi tubuh sehat memiliki tekanan darah normal sekitar 90/60 mmHg sampai 120/80 mmHg. Tekanan darah rendah baru dapat terjadi jika tekanannya di bawah 90/60 mmHg.

Angka 90 menunjukkan tekanan sistolik yaitu tekanan ketika jantung memompa ke seluruh tubuh dan angka 60 disebut tekanan diastolik atau tekanan darah saat jantung sedang beristirahat.

Sendangkan anemis diukur dengan Hb meter. Ukuran normal hemoglobin yaitu 12-16 gr/dl pada wanita dan 13,5-18 gr/dl pada pria. Anemia terjadi jika ukuran hemoglobinnya kurang dari ukuran normal.

3. Penyebab hipotensi cenderung lebih umum dibanding penyebab anemia

Cuaca yang lebih panas, dehidrasi karena diare atau muntah hebat, perdarahan, infeksi berat, gangguan jantung, hingga efek samping pengobatan itu merupakan beberapa kondisi yang menyebabkan hipotensi.

Sedangkan penyebab anemia bisa bermacam-macam, seperti kekurangan zat besi, kekurangan vitamin B12, kekurangan asam folat, produksi sel darah yang rendah, atau bahkan karena penyakit kronis seperti kanker.

4. Penanganan keduanya pun harus berbeda

Pada umumnya hipotensi bukan disebabkan oleh penyakit medis yang serius, sehingga cara penanganannya bisa diatasi dengan menjaga asupan cairan tubuh, mengurangi kafein, olahraga teratur, dan meningkatkan konsumsi garam.

Sedangkan pengobatan anemia harus berdasarkan penyebabnya. Pada anemia defisiensi besi, maka diperlukan suplemen zat besi dan konsumsi makanan kaya akan zat besi. Tetapi jika kadar hemoglobin sudah kurang dari 8 mg/dl maka biasanya diperlukan transfusi darah.

Penulis : Nisa

Shares
Share This