Masjid Bersejarah Di Indonesia Yang Cocok Untuk Wisata Religi

Cirebonmedia.com- Peradaban di negeri Indonesia sudah terjadi sejak puluhan ribu tahun silam, dari kepercayaan hingga budaya yang ada sudah mengalami beberapa perubahan sejak pertama daratan Indonesia mulai dihuni. Hal tersebut terlihat dari sebuah relief dan bangunan-bangunan peninggalan sejarah masa lampu dan tak terkecuali Masjid. Ya, ada beberapa masjid bersejarah di Indonesia yang memiliki cerita tersendiri saat proses pembuatannya.

Memasuki bulan suci Ramadhan seperti saat ini, memilih wisata religi merupakan suatu pilihan tepat karena dapat menambah ilmu baru bagi kita yang melakukannya, dan masjid bersejarah di Indonesia merupakan tujuan wisata yang wajib dikunjungi jika ingin melakukan wisata religi saat bulan Ramadhan.

Akulturasi budaya sangat mempengaruhi masjid bersejarah di Indonesia, dah hal inilah yang membuat masjid tersebut memiliki keunikan tersendiri serta kental akan nilai sejarah. Lalu, apa saja masjid bersejarah di Indonesia yang sangat cocok untuk wisata religi di Bulan Ramadhan? Berikut rangkumannya:

Masjid Raya Baiturrahman

masjid baiturahman 500X500Masjid raya Baiturrahman merupakan peninggalan kerajaan aceh pada abad 15 M, terletak dijatung kota ibukota provinsi Nanggroe Aceh Darussalam tepatnya dikota Banda Aceh. Masjid yang dibangun oleh Sultan Iskandar Muda pada tahun 1612. Ada juga yang mengatakan bahwa masjid ini dibangun di tahun 1292 oleh Sultain Alaidin Mahmudsyah. Pada zaman penjajahan Belanda, masjid ini sempat dihancurkan di tahun 1873. Namun Belanda memutuskan untuk membangun kembali masjid ini di tahun 1877, sebagai permintaan maaf atas dirusaknya bangunan masjid yang lama. Pembangunan kembali masjid baru mulai dilaksanakan pada tahun 1879. Masjid ini selesai dibangun pada tahun 1883 dan tetap berdiri hingga sekarang. Pada saat bencana Tsunami di tahun 2004, Masjid Raya Baiturrahman tidak mengalami kerusakan sedikitpun dan jadi tempat mengungsi para korban gelombang Tsunami terbesar di dunia itu.

Masjid Agung Banten

Masjid Agung BantenMasjid ini merupakan masjid tertua di Indonesia yang penuh dengan nilai sejarah. Masjid dengan atap bangunan yang menyerupai pagoda ini dibangun oleh arsitek Cina bernama Tjek Ban Tjut pada masa pemerintahan sultan pertama dari Kesultanan Banten, Sultan Maulana Hasanuddin, putra dari Sunan Gunung Jati di tahun 1560. Di sisi utara dan selatan masjid ini terdapat makam kuno para sultan Banten dan keluarganya. Sementara, menara masjid yang tingginya 24 meter, terdapat di sisi timur dan menjadi atraksi bagi para wisatawan karena keunikan bentuk bangunannya. Menara itu dibangun oleh arsitek Belanda, Hendrik Lucasz Cardeel. Cardeel juga membangun bangunan khusus di sisi selatan masjid yang dulu digunakan sebagai tempat bermusyawarah dan berdiskusi.

Masjid Agung Sang Cipta Rasa

Masjid Agung Sang Cipta RasaMasjid yang juga dikenal dengan nama Masjid Agung Kasepuhan ini diprakarsai pembangunannya oleh Sunan Gunung Jati dan diarsiteki oleh Sunan Kalijaga. Masjid ini selesai dibangun pada tahun 1480, di masa penyebaran agama Islam oleh Wali Songo. Berlokasi di kompleks Keraton Kasepuhan Cirebon, Jawa Barat, masjid ini mempunyai keunikan berupa sembilan pintu untuk masuk ke ruangan utama, yang melambangkan Wali Songo. Di bulan Ramadhan, sumur air Banyu Cis Sang Cipta Rasa selalu ramai dikunjungi oleh peziarah yang meyakini air dari sumur itu mampu mengobati berbagai penyakit. Masjid Agung Cirebon juga dikenal dengan nama Masjid Sunan Gunung Jati.

Masjid Menara Kudus

Masjid Menara KudusMasjid yang terletak di kota Kudus ini didirikan pada tahun 1549,  oleh Sunan Kudus, dengan menggunakan batu pertama dari Baitul Maqdis, dari Palestina. Bentuk menara yang mirip dengan bentuk candi menunjukkan percampuran pengaruh agama Hindu dan Budha, seperti cara Sunan Kudus menyampaikan ajaran agama Islam agar lebih mudah dimengerti oleh penganut agama Hindu dan Budha pada masa itu. Menara masjid ini dibangun tanpa menggunakan semen sebagai perekatnya dan dihiasi oleh 32 piring biru yang berhiaskan lukisan.

 

Masjid Agung Demak

Masjid Agung DemakRaden Patah, raja pertama dari Kesultanan Demak, beserta para Wali Songo mendirikan masjid ini di tahun 1466. Masjid Agung Demak diselesaikan pembangunannya pada tahun 1479. Bangunan induk masjid ini ditopang oleh empat tiang utama yang bernama saka guru. Uniknya, salah satu dari tiang utama tersebut terbuat dari serpihan kayu, dan dinamakan saka latal. Di samping masjid ini terdapat Museum Masjid Agung Demak yang menampilkan berbagai koleksi unik masjid, seperti beduk dan kentongan yang dibuat oleh Wali Songo, kitab tafsir Al-Qur’an Jus 15-30 tulisan tangan Sunan Bonang, sepotong kayu dari saka latal yang diambil oleh Sunan Kalijaga, dan lain-lain.

 

Masjid Sunan Ampel

Masjid sunan ampelDi tahun 1421, Sunan Ampel bersama dua sahabatnya, yang dikenal dengan Mbah Sholeh dan Mbah Sonhaji, mendirikan Masjid Ampel. Bangunan seluas kurang lebih 2 km persegi itu memiliki keunikan berupa 16 tiang kayu setinggi 17 meter dengan diameter 60 cm. Tiang-tiang dari kayu jati itu tidak terbuat dari sambungan kayu dan sampai sekarang tidak diketahui bagaimana cara mendirikan tiang tersebut. Kawasan Wisata Religi Sunan Ampel, lokasi Masjid Sunan Ampel, tiap harinya dipenuhi oleh wisatawan yang berziarah ke makam Sunan Ampel di sekitar halaman masjid. Di kompleks pemakaman masjid itu juga terdapat makam salah satu pahlawan nasional, KH Mas Mansyur.

Itulah beberapa masjid yang memiliki sejarah serta akulturasi budaya yang ada di Indonesia yang sangat cocok dijadikan tempat tujuan wisata religi Anda bersama keluarga tercinta.

 

 

 

 

Shares
Share This