Menghindari Maag saat Menjalani Ibadah Puasa

Cirebonmedia.com– Bulan Ramadhan mewajibkan seluruh umat muslim untuk berpuasa. Puasa merupakan ibadah yang wajib dijalankan oleh umat muslim di seluruh dunia, selama 30 hari lamanya kita diwajibkan untuk berpuasa. Puasa di awali dengan makan sahur di sepertiga malam dan di mulai saat adzan subuh berkumandang hingga selesai pada saat Adzan Magrib di bunyikan.

Di Indonesia kita berpuasa kurang lebih 13 jam setiap harinya selama sebulan penuh.  Selama waktu berlangsung perut otomatis menjadi kosong dan jika tidak dijaga dengan baik, sangat rentan terkena sakit maag yang kerap menggangu seseorang saat menjalani ibadah di bulan Ramadhan.

Maag adalah penyakit yang biasa dimiliki oleh orang yang memiliki kebiasaan makan yang tidak baik seperti misalnya waktu makan tidak teratur, suka memakan makanan yang dapat mengiritasi lambung atau bisa juga karena infeksi bakteri dan kontribusi faktor psikologis. dr. Marcellus Simadibrata K., Sp. PD-KGEH, mengatakan, “Sakit maag adalah arti pemula untuk sindrom dispepsia”. Sindrom dispepsia adalah himpunan tanda-tanda dari penyakit saluran cerna atas yang terbagi dalam rasa sakit di ulu hati serta rasa tak nyaman di ulu hati.

Pada umumnya penyakit ini ditandai dengan nyeri pada ulu hati, kembung, mual, muntah, nafsu makan mengalami penurunan, rasa cepat kenyang setelah makan serta nampak sendawa, terkadang dibarengi tanda-tanda pusing atau mabuk, jantung berdebar-debar, dan muka pucat.

Agar lambung aman dan nyaman selama menjalankan ibadah puasa dr.Ari menyarankan agar penderita sakit maag tidak mengonsumsi makanan yang mengandung banyak gas seperti makanan berlemak, makanan berserat, sayur kol dan sawi, nangka, pisang ambon, buah-buahan yang dikeringkan dan minuman bersoda.

maag 500x500“Hindari pula makanan yang merangsang pengeluaran asam lambung seperti kopi, minuman beralkohol dan bersoda, anggur putih, sari buah sitrus dan susu,” katanya menambahkan. Selain itu, ujarnya, makanan yang sulit dicerna seperti kue tart, keju dan daging kambing sebaiknya juga tidak dikonsumsi karena dapat memperlambat pengosongan isi lambung. Makanan yang secara langsung dapat merusak dinding lambung seperti makanan pedas dan makanan yang mengandung cuka atau bumbu merangsang serta sumber karbohidrat tertentu seperti beras ketan, mie, bihun, bulgur, jagung, ubi, singkong, tales, dan dodol sebaiknya juga dihindari.

“Makanan yang melemahkan klep kerongkongan seperti coklat, makanan tinggi lemak dan gorengan sebaiknya juga tidak dikonsumsi,”ujarnya.

Semua itu perlu dilakukan karena pengaturan makan yang baik merupakan salah satu kunci untuk menghindari terjadinya gangguan lambung.

 

 

Sumber: doktersehat.com

Image By: Google.com

Shares
Share This