Ani Yudhoyono Pergi Tebarkan Cinta dan Perdamaian

Tepatnya Sabtu (1/5/2019), Allah Swt memanggil HJ. Kristiani Herrawati atau akrab dengan sapaan Ani Yudhoyono di National University Hospital Singapura pukul 11.50 waktu Singapura.

Di Singapura lah Ani Yudhoyono menghembuskan nafas terakhirnya dengan terus didampingi sang suami tercinta, Susilo Bambang Yudhoyono. Ucapan bela sungkawa terus berdatangan. Tak heran, karena Ani Yudhoyono tercatat sebagai istri presiden ke – 6 RI.

Kesetiaan SBY mendampingi Ani Yudhoyono dalam perawatan medis hingga tutup usia layak menjadi inspirasi. Tak heran, antara SBY dan Ani memang selalu memperlihatkan sebagai sosok pasangan yang serasi dan setia. Perjalanan cintanya pun layak diambil kisahnya untuk para remaja pasangan muda-mudi masa kini yang sedang kasmaran.

Kisah cinta itu terungkap dari buku ‘SBY, Sang Demokrat’ yang diterbitkan oleh Dharmapena Publishing pada tahun 2014 silam. Dalam buku itu, blak-blakan membuka kisah cinta SBY dan Ani sejak pertama kali bertemu pada puluhan tahun yang lalu.

Presiden SBY didepan Jenazah Ani Yudhoyono

Awal pertama SBY dan Ani Yudhoyono bertemu, ketika suatu hari saat SBY duduk di tingkat empat Akabri, ada acara di Balai Taruna. Di acara itu, SBY sebagai Komandan Divisi Korps Taruna harus melapor kepada Sarwo Edhie Wibowo, sang Gubernur Akabri, untuk memberi sambutan peresmian balai tersebut.

Ternyata di acara itulah menjadi momentum cinta yang tak bisa terlupakan diantara SBY dan Ani. Saat itu Ani Muda yang cantik di masanya, seorang putri kesayangan sang Gubernur Akabari sedang berlibur di Lembah Tidar. Ani yang sebelumnya tinggal di Jakarta baru kali itu berlibur ke Magelang menemui orang tuanya.

Saat itu lah, Ani beratatap mata pertama kali dengan SBY muda yang memang gagahnan tampan di masanya. Apalagi sedang mengenakan pakaian dinas taruna. Ani mengaku jujur tertarik dengan pemuda tampan berpostur tinggi dan gagah yang juga Komandan Divisi Korps Taruna itu.

Cinta Ani ternyata tak bertepuk sebelah tangan. Ketertarikannya itu, dirasakan sama oleh SBY yang memiliki feeling untuk mendekati putri cantik seorang jenderal.

Merekapun ahirnya menikah dengan cinta. Kehidupanya bersama seorang prajurit tentunya tidak dengan kemewahan. Namun dia tak pernah menyesal hidup sebagai istri prajurit. Ani Yudhoyono yang putri jenderal legendaris Sarwo Edhie Wibowo pun tak pernah meminta bantuan keuangan pada ayahnya.

Saat itu gaji perwira TNI tidak besar. Ani Yudhoyono harus putar otak agar gaji suaminya bisa cukup untuk makan sebulan. Ani bahkan sempat berjualan es dari susu jatah SBY. Kisah itu dituturkan Ani Yudhoyono dalam bukunya Kepak Sayap Putri Prajurit yang ditulis Alberthiene Endah dan diterbitkan R&W.

Saat itu, SBY baru berpangkat letnan satu dan menjadi komandan peleton mortir di Yonif Linud 330 di Bale Endah, Bandung. Gajinya cuma Rp52.500. Namun kebetulan para prajurit TNI mendapatkan jatah susu kaleng setiap bulannya.

Ani masih ingat merek susu Shinta ada rasa cokelat, jeruk dan strawberi. bersama kakaknya yang juga istri seorang perwira TNI, Ani mengolah susu itu menjadi es mambo dan dijual untuk menambah uang belanja.

Diakuinya es itu laris manis. Uangnya kemudian digunakan untuk membeli telur, daging atau ikan guna menambah gizi anak-anak mereka.

Namun bukan cinta antara Ani dan SBY yang saya bahas. Ani Yudhoyono sangat mencintai negeri dan rakyat Indonesia. Ia pun mempunyai hobi photografi dengan objek keindahan alam di Indonesia.

Ani Yudhoyono mempromosikan keindahan Indonesia ke dunia luar dengan tujuan orang dari luar mau datang melihat keindahan alam Indonesia.

Ani Yudhoyono pun begitu dekat dengan para pengurus partai Demokrat, semua dianggap sebagai sahabat dan saudara.

Beliau aktif di media sosial dan selalu berinteraksi dengan para pengurus partai SBY. Bahkan dalam perawatan di Singapur beliau masih menanyakan keadaan Indonesia, bagaimana kondisi caleg partainya bahkan memberikan support.

Ani Yudhoyono berkeinginan rakyat Indonesia hidup damai dalam kesejahteraan oleh karena itu dirinya terus berjuang dan bekerja kendatipun dalam kondisi sakit.

Namun Tuhan berkehendak lain beliau harus pergi meninggalkan kita semua. Semua berduka, semua merasa kehilangan sosok ibu bangsa yang sangat memperhatikan rakyatnya. Ini terbukti beberapa kali Ani Yudhoyono mendapatkan penghargaan dari lembaga Dunia seperti PBB.

Kepergian Ani Yudhoyono dalam kondisi politik Indonesia yang memanas bagaikan tetes embun pagi dan menggugah alam sadar. Ada sebuah pesan moral dari Ani Yudhoyono tentang hidup yang damai.

Momen SBY menyalami Megawati diacara pemakaman Ani Yudhoyono

Hampir semua akun media sosial berhenti saling hujat dan mencaci. Semua mengucapkan duka cita dan belasungkawa atas kepergia Ani Yudhoyono.

SBY dan anak-anaknya menaburkan bunga ke pusara Ani Yudhoyono

Panasnya situasi politik langsung mereda. Semua emosi redam dengan sendirinya. Acara penguburan Ani Yudhoyono langsung dipimpin oleh presiden Jokowi. Dihadiri oleh semua mantan presiden BJ. Habiebie, Megawati kemudian mantan wakil presiden Tri Sutrisno, Budiono dan para mantan mentri serta para pejabat negara.

Tentu kita ingat betul bagaimana perseteruan Mega dan SBY. Sekalipun SBY mengundang Mega tidak akan pernah datang walaupun itu acara kenegaraan. Namun pada momen ini semua hati luluh semua berbaur sebagai bangsa Indonesia di depan pusara Ani Yudhoyono. Kita tentu berharap apa yang dicitakan oleh Ani Yudhoyono agar bangsa ini hidup rukun dan damai bisa terlaksana. Semoga Ani Yudhoyono bisa beristirat dengan tenang Khusnul Khotimah.

Shares
Share This