Puisiku

Untuk Sebuah Nama

Sebuah nama kulukis di pelupuk mataku
Untuk cintamu yang terbentang
Meraih rindu pada aku yang hilang. Mencari kesegaran malam dalam puing-puing hampa. Mencari mimpi yang tetap kukejar
Dalam bait-bait doamu
Aku berlari
Berlari memenuhi syarat kebahagiaan
Dan di sepanjang sujudmu, Tuhan mencatat luka-luka kita, menimbun dendam yang sempat menyala.

 

Kekasih

Kekasihku,
Malam ini rasanya begitu indah
Namamu berderap memamah kesunyian
Dan sepenggal puisi tak mampu menaklukan hatiku yang limbung
Dalam dimensi kebersamaan, kita punah ditelan hausnya dunia
Dan kita tahu, bergerak meniti tanggaNya adalah upaya mencapai kebahagiaan hakiki.

.

Cinta

Engkau tidak hilang, begitu pun aku
Kita hanya sama-sama pernah lupa dan mencoba tuk kembali, memungut sisa kenangan yang dulu pernah kita ukir bersama dan memadu dengan impian yang tetap bermain dalam pikiran
Cinta membawanya menuju langit-langit keabadian
Dan cinta . . .
Karena sebenarnya kita tahu bahwa cinta adalah sebenarnya cinta atas ridhoNya.

 

Untukmu yang Rindu

Untukmu yang selalu menciptakan kebahagiaan
Derap langkahmu berserah dalam doa
Menjelma kepedihan yang tegar
Darahmu menjadi leleh di tepian surga
Tercatat dalam kitab Sang Raja
Mengikat harapan yang begitu pongah
Dan engkau berlari seperti kilatan mata pedang
Kehausan
Bagai bumi kekeringan, rindu kuyup
Rindu cerita
Rindu cinta

 

Oleh: Fz Susan

Shares
Share This