Perguruan Bela Diri Klabang

Cirebonmedia.com- Perguruan bela diri Klabang, merupakan salah satu sanggar yang berada di wilayah Kota Cirebon. Meneruskan jejak sang ayah adalah langkah konkret membudayakan kesenian yang terus dilakukan Sandi dan mentransfernya pada anak-anak yang sengaja menggali ilmu di sanggar tersebut merupakan bentuk cintanya terhadap budaya.

Bisa dibilang sanggar atau pun perguruan dan di dalamnya terdapat sub bidang kesenian, yakni topeng barong, wushu, silat, barongsai, liong, dan akrobatik. Dari keenam sub bidang tersebut dapat dikolaborasikan satu sama lain, bahkan keenamnya pun bisa memadu menjadi sebuah keutuhan pertunjukan kesenian yang memiliki kompleksitas elemen.

Topeng Barong di sanggar ini hadir di tahun 2004 dan merupakan sebuah pertunjukan barong di atas beling. Di Indonesia identik disebut dengan barungan, di Cina sebutannya barongsai, dan khususnya di Cirebon disebut topeng barong. “Hanya topeng saja diubah, tapi tidak secara karakter. Ini bagian dari kreasi yang penting tidak menghilangkan pakem.”

Pertunjukan topeng barong pertama kali yang dihadirkan oleh Sandi saat itu merupakan sebuah bentuk inovasi kesenian yang mampu memberikan warna pada khasanah budaya bangsa Indonesia. Beberapa sub kesenian yang terdapat dalam topeng barong ini ialah gamelan, barongsai, dan liong. Berkat inovasi inilah, maka di tahun pertama awal kemunculannya, Sandi diberi kepercayaan untuk menampilkan kesenian topeng barong di Taman Mini mewakili Prov. Jawa Barat. Seiring berjalan waktu, akhirnya kian munculah topeng barong di daerah-daerah lain, namun tetap menginduk ke sanggar ini. Sandi sendiri berharap agar anak-anak didiknya tetap melestarikan kesenian ini minimal di daerahnya. “Sebagai pelatih harus menciptakan dan menghasilkan hasil karya sendiri,” ujarnya.

Sandi, Pengurus Perguruan Bela Diri Klabang

Berbicara mengenai filosofi topeng barong ialah bicara soal kebersamaan, bahwa di dunia ini selalu berpasangan. Ada perempuan ada lelaki. Ada siang ada malam. Ada hitam ada putih.

Soal prestasi sudah tak lagi diragukan. Penghargaan festival ciayumajakuning merambat pada festival di Bandung, sampai akhirnya bisa terbang ke Korea dan Australia mewakili Jawa Barat. Lalu bagaimanakah tanggapan masyarakat di sana terhadap kesenian topeng barong ini? Sandi memaparkan bahwa selepas perform penonton banyak yang berargumen jika kesenian ini begitu unik. Ya, memang tak dipungkiri bahwa Indonesia memiliki beragam budaya yang tak dimiliki oleh negara lain. Banyak mata memandang keindahan alam dan kebudayaan Indonesia. Mereka begitu mengagumi. Ini merupakan aset bagi generasi penerus agar dapat terus mempertahankan, sehingga tidak terjadi kepunahan.

Sandi berharap agar pemerintah lebih memperhatikan kesenian yang ada di daerah dan kepada muda-mudi generasi penerus bangsa agar dapat mempertahankan serta menciptakan karya-karya baru. “Mempertahankan itu lebih sulit daripada membuat.”

Shares
Share This