Kapan Sepakbola Indonesia Jadi Hiburan Bukan Ajang Tawuran

Karyneiko
  • 1 minggu
  • 58
  • 0

Sepakbola di Indonesia sebenarnya sudah berkamuflase bukan hanya sekedar olahraga namun sudah menajdi ladang bisnis yang menggiurkan. Hanya saja fanatisme penonton kerap merubah sepakbola yang seharusnya satu hiburan berubah menjadi ajang tawuran.

Laga pembuka Liga 1 2019 antara PSS Sleman vs Arema FC sedikit ternoda. Laga yang berlangung di Stadion Maguwoharjo Sleman, Rabu (15/05-2019), ini ternoda karena oknum kedua suporter saling lakukan lemparan batu bahkan pecahan keramik tempat duduk mereka.

Kejadian bermula saling ejek hingga terjadi pelemparan botol air mineral, batu dan pecahan keramik sebelum kickoff.

Setelah situasi kondusif, para pemain PSS dan Arema memasuki lapangan. Mereka bersalaman dengan perwakilan PSSI, PT Liga Indonesia Baru (LIB), Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI).

Namun insiden kericuhan kembali terjadi setelah Arema mencetak gol penyama kedudukan melalui sundulan Sylvano Comvalius pada menit ke-30. Terdapat cerawat dan petasan yang dinyalakan oleh oknum suporter yang berada di area tribun VIP Barat, sehingga wasit terpaksa menghentikan pertandingan ketika memasuki menit ke-34.

Hamka Hamzah coba tenangkan supporter

Bahkan, kapten tim Arema, Hamka Hamzah, sampai mencoba untuk menenangkan Aremania yang tampaknya banyak menempati tribun VIP Barat, dengan pengeras suara.

Panpel dan pihak Kepolisian pun akhirnya memaksa suporter yang melakukan kericuhan di tribun tersebut untuk keluar dari stadion.

Hampir satu jam pertandingan dihentikan. Ahirnya pertandingan dilanjutkan dan dimenangkan oleh tuan rumah PSS Sleman 3 : 1.

Catatan pentingnya bukan kemenangan PSS Sleman sebagai pendatang baru namun bisa memuncaki klasemen liga 1. Namun masih tidak cerdasnya para supporter sepakbola Indonesia yang masih gemar melakukan tawuran.

Mereka sebenarnya tahu hukuman berat bagi tim yang pendukungnya melakukan kericuhan dan tawuran. Tentunya kerugian berupa nominal rupiah yang cukup besar berupa denda.

Apakah para supporter akan membayar denda tim karena ulah mereka ? Harusnya mereka membantu tim kesayanganya agar bisa berjuang dalam sepakbola nasional.

Bukan sebaliknya menjadikan tim merugi karena ulah tidak terpuji mereka.

Sebenarnya supporter sepakbola ini memiliki wadah. Apalagi pendukung tim yang sudah berlaga pada kasta tertinggi sepakbola Indonesia. Harusnya wadah ini dapat mengedukasi para penonton dan supporter agar bertindak cerdas dan menikmati pertandingan.

Seharusnya yang dilakukan para supporter adalah mendukung perjuangan tim tentunya dengan memotivasi pemain bukan mencaci lawan dengan tindakan provokatif bahkan rasis.

Entah sampai kapan supporter sepakbola Indonesia Seperti ini. Mereka harus benar-benar merubah agar tontonan sepakbola ini menjadi sebuah hiburan bukan lagi ajang tawuran.

Shares
Share This