Penyanyi Dangdut Gak Perlu Lagi Jual Goyangan

Karyneiko
  • 2 tahun
  • 445
  • 0

Musik dangdut sangat mengakar dalam keseharian masyarakat Indonesia. Bahkan sudah menjadi salahsatu budaya bangsa. Walaupun aslinya musik ini bukan dari bumi Nusantara. Dangdut adalah perpaduan budaya melayu dan India.

Para penyanyi dangdut identik dengan goyangan. Bahkan setiap penyanyi memiliki goyangan khas. Inul Daratista dikenal dengan goyang ngebor, Anisa Bahar Goyang patah-patah, Zaskia gotik goyang itik, Dewi Persik goyang gergaji dan lainya.

Namun itu dulu, mereka perlu menciptakan goyangan biar menjadi populer dan banyak job. Sekarang ini sudah tidak lagi seperti itu.

Banyak penyanyi dangdut tidak memiliki goyangan khas namun sukses. Mereka benar-benar menunjukan talenta sebagai penyanyi yang menjual suara bukan jual goyangan.

Bahkan banyak diantaranya berpakaian sangat simple sehingga penyanyi dangdut gak lagi terlihat norak dan kampungan saat manggung.

Kita lihat saja penampilan Via Valen, Nela Kharisma atau Jihan Audy. Mereka berpenampilan sopan bahkan lebih mirip para penyanyi korea.

Kecantikan dan suara mereka dinanti setiap show. Bukan lagi goyangan yang dinantikan. Lagu yang mereka bawakan pun membumi bahkan ribuan penonton hapal lagu mereka dan bernyanyi bersama.

Tiga penyanyi cantik ini kerap melayani permintaan swafoto dari para penonton saat mereka diatas panggung. Merekapun melayani permintaan foto sambil terus bernyanyi.

Masih penting goyang saat bernyanyi ? Memang dangdut tanpa goyang katanya hambar. Mereka juga tetap bergoyang saat bernyanyi tapi alakadarnya saja mengikuti irama lagu. Tanpa harus goyang ekstrim dan menjadi ciri khas.

Terbukti tanpa harus goyang erotis dan dramatis mereka meraup uang ratusan juta saat manggung. Wajah dangdut sekarang ini lebih berkelas dan tidak terlihat kampungan.

Namun masih ada penyanyi yang tetap mengandalkan goyanganya. Bahakan Zaskia gotik, Inul Daratista dan Dewi Persik pun sudah melupakan goyangan khas mereka. Sekarang ini mereka benar menjual suara dan lagu yang gampang membumi.

Kalau Nella Kharisma dan Via Valen mereka lebih banyak menyanyikan lagu bersyair jawa. Diiringi dengan koplo khas Banyuwangian. Sekalipun lagu sedih masih asyik dibuat berjoget.

Namun kita masih kerap melihat penyanyi dangdut masih mengandalkan goyang erotis untuk mencari saweran. Kok bisa ya….

Perlu diketahu saja kalau penyanyi dangdut yang belum memiliki nama besar memang hanya menerima honor kecil. Misalkan mereka pentas di acara hajatan ya sehari hanya menerima 200-250 ribu saja. Sedangkan modal mereka membeli baju, make up lebih dari itu. Wajar saja mereka berharap saweran dari orang yang ikut berjoget.

Sah saja sih mereka bergoyang mengharap saweran tapi gak perlu juga dengan goyangan erotis dan sensual. Apalagi di panggung terbuka yang ditonton oleh anak-anak dibawah umur. Suatu yang tidak patut janganlah dipertontonkan hingga merusak moral generasi bangsa.

Sebenarnya banyak cara bagi para penyanyi dangdut untuk populer. Sarana media sosial sangat membantu untuk viral. Ada juga ajang pencarian bakat para penyanyi dangdut. Seperti Lesti yang sukses menjadi juara 1 pada ajang pencarian bakat.

Nah Lesti sendiri konsisten dengan hijabnya. Bernyanyi tanpa bergoyang namun suara yang indah membuat penampilanya ditunggu oleh penggemarnya.

Kalau masih ada jalan yang terbaik untuk menjadi penyanyi terkenal kenapa harus mengorbankan harga diri. Penyanyi dangdut menjual suara dan lagunya bukan goyanganya. Dangdut tanpa goyang masih sah kok, yang penting penontonya bisa goyang gak harus penyanyinya.

Lagu dangdut sendiri sudah merambah luar negeri. Mereka menikmati musik dan liriknya. Tinggal bagaimana para penyanyi dangdut mengambil kesempatan yang ada dengan berkreasi sebaik mungkin.

Shares
Share This