Bicara Yang Baik Atau Diam

Evan Setiawan Evan Setiawan
  • 2 minggu
  • 46
  • 0

diam

Di Zaman milenial ini banyak orang yang mudah menjuged seseorang atau apapun tanpa mengetahui dahulu faktanya seperti apa. Tanpa sadar hal tersebut bukan hanya melukai hati seseorang namun juga membuat orang tersebut memiliki mental yang lemah, meskipun ada juga yang justru menjadi pribadi yang lebih kuat.

Coba deh jika kita renungkan lagi, mengapa kita mudah mengomentari hidup orang lain, padahal hidup kita sendiri perlu banyak komentar untuk diperbaiki. Yaa katanya sih jika hidup lurus-lurus saja tidak ada seninya.
Nah looh seni memangnya dengan menjuged seseorang. Banyak loh seni hidup yang jauh berdampak baik bukan hanya pada diri namun juga untuk orang lain bahkan keluarga, bangsa dan agama.

Contohnya kita coba untuk selalu berpositif thinking terhadap orang lain, mencoba mengembangkan budaya-budaya dalam negri, belajar menjadi pelajar yang berprestasi, mengisi waktu kosong dengan hal-hal positif, membantu orang tua, paling penting memperbaiki diri memperkuat iman agar kualitas diri kita meningkat

Jadi alasan apa lagi yang membuat teman-teman ingin mengomentari hidup orang lain, bukan kah dalam hadist pun ada yang menjelaskan “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam” (Muttafaq’alaih Al-Bukhari no.6018; Muslim no. 47)

“Jangan jadikan lidah kamu menyebut kekurangan orang lain, karena kamu pun mempunyai kekurangan dan orang lain pun mempunyai lidah” – Imam Syafi’I-

Jadilah generasi milenial yang senang memperbaiki bukan mengomentari

Shares
Share This