Jenis-jenis Profesi Lulusan DKV

“DKV mah lulusannya paling cuma jadi tukang gambar di percetakan”. Eits, jangan sedih. Sebagai lulusan DKV, kamu bisa masuk ke banyak tempat di bidang kreatif di berbagai perusahaan. Bukan cuma jadi tukang desain poster yang diminta teman dan dengan HARGA TEMAN yang sadisnya melebihi ibu-ibu yang suka nawar di pasar.

            Desain Komunikasi Visual merupakan cabang ilmu yang saat ini  memiliki prodi/jurusan tersendiri di beberapa kampus Indonesia. Di DKV ini, mahasiswanya dituntut untuk kreatif dalam menciptakan berbagai karya seni. Hasil karya yang tidak hanya bisa dinikmati nilai aestheticnya, namun juga yang mengandung informasi di dalamnya. Seperti namanya, Desain Komunikasi Visual, 3 kata yang memiliki makna masing-masing yang kemudian digabungkan dan menghasilkan makna baru. DKV yaitu seni penyampaian pesan melalui media desain.

            Untuk menghasilkan suatu desain tentu dibutuhkan kreatifitas dari para kreatornya. Berbeda dengan pengetahuan yang bisa dicari, keahlian di bidang seni cenderung bersifat bakat. Ia yang berbakat di bidang seni, khususnya gambar, tentu akan dengan mudah mengeksplore desain yang akan dibuat. Ia akan dengan mudah memadupadankan unsur-unsur seni mulai dari titik, garis, bidang, bentuk, hingga warna.

            Karena dibutuhkan keahlian khusus untuk mendesain, seseorang tidak ragu untuk membayar jasa professional untuk menghasilkan karya yang dibutuhkan. Baik untuk kebutuhan pribadi maupun keperluan perusahaan seperti desain produk, video company profile, dan lain sebagainya.

            Dan berikut adalah beberapa profesi yang cocok bagi teman-teman lulusan DKV:

  1. Ilustrator
Illustrator
        Illustrator

Ilustrator bertugas menghasilkan gambar ilustrasi yang berfungsi untuk menyampaikan pesan dalam bentuk yang berbeda. Masing-masing illustrator memiliki style dan kekhasan masing-masing saat menghasilkan gambar yang dibuat. Selain menghasilkan gambar, seorang ilustrator juga harus siap saat konsumen meminta objek dengan filosofi di dalamnya.

  1. Desainer grafis
Desainer Grafis
                                                                      Desainer Grafis

Desainer grafis juga merupakan profesi yang banyak diminati oleh banyak orang. Bahkan tidak hanya dari mereka lulusan DKV, orang-orang di luar itupun berlomba-lomba mempromosikan diri sebagai desainer grafis untuk mengerjakan keperluan desain klien. Tapi seperti profesi lain, desainer grafis pun memiliki “kemalangan” saat melakukan pekerjaannya. Mulai dari klien yang banyak meminta revisi meski hasil sudah terlihat sempurna, sampai menghadapi klien yang meminta “harga teman” untuk desain yang dibuat. Dan sejatinya, harga teman lebih mematikan daripada ibu-ibu yang suka nawar setengah harga di pasar. Desain grafis bukan desain gratis, bro!!!

  1. Web & Mobile designer
Web Desainer
                                                                  Web Desainer

Web & mobile designer sendiri bertugas membuat GUI (Graphic User Interface) yang menarik pada sebuah web perusahaan. Bagaimana sebauh web bisa diakses dengan tampilan yang tertata rapi sesuai kategori-kategori yang ada dalam web itu sendiri.

  1. Fotografer
Fotografer
                                                                         Fotografer

Fotografer bertugas mengabadikan momen-momen yang ada. Namun kini, tugas fotografer bukan sekadar mengabadikan momen. Ada juga perusahaan-perusahaan yang membutuhkan keahlian memotret untuk memasarkan produk yang dijual. Seperti memotret produk makanan yang jika hanya melihat dari fotonya saja bisa membuat orang tergugah untuk memakannya.

Selain itu, foto pra-pernikahan (prewed) banya diminati oleh pasangan-pasangan yang akan menikah. Mereka tidak tanggung-tanggung menyewa fotografer professional hanya untuk mengabadikan momen “nunjuk awan” yang kemudian dipajang di depan pintu masuk pelaminan. Ingat ya, jangan meminta “harga teman”! Kamera professional tidak sama dengan kamera yang dulu kamu mainkan. Yang kalau kamu pencet gambar berubah-ubah menjadi pemandangan paris, ka’bah, dan tempat-tempat terkenal dunia lainnya.

  1. Creative director
Creative Director
                                                                         Creative Director

Job desk dari creative director yaitu mengarahkan konsep kreatif pada sebuah industri kreatif. Di televisi, kamu diharuskan merancang program-program televisi yang tidak hanya kreatif tapi juga menghibur.

  1. Art director
Art Director
                                                                            Art Director

Art director bertugas mengarahkan tim yang bekerja di bidang kreatif seperti desainer grafis, illustrator, dan fotografer, dan pekerja seni lainnya. Art director biasanya membuat konsep dan strategi pemasaran.

  1. Freelance designer
Freelance Designer
                                                                   Freelance Designer

Berbeda dengan profesi yang telah disebutkan di atas, untuk menjadi freelance designer kamu tidak perlu menunggu lulus dari bangku kuliahmu. Seorang freelance designer bisa membuka jasa desain secara independent dan tidak terikat dengan perusahaan manapun. Kamu juga bisa menentukan harga sesuai dengan yang kamu inginkan dan tentu atas persetujuan dengan klien.

Shares
Share This