Hidupmu itu Berharga, Jangan Bandingkan dengan Hidup Orang Lain.

Sering kita melihat hidup orang lain yang begitu sempurna, lantas mendambakan hidup yang sama. Lalu kita mulai membanding-bandingkan hidup sendiri dengan kehidupan mereka yang terlihat sempurna. Kita mulai berandai-andai menjadi orang-orang ‘keren’ di saat yang sama menghujat hidup sendiri. Terinspirasi oleh hidup orang lain boleh saja, namun tidak ada alasan untuk terus-terusan membandingkan diri sendiri dengan orang lain.

Kita tidak pernah tahu hidup orang lain.

Apa yang kita lihat, belum tentu kenyataannya. Misalnya saja, saat kita lihat seorang pembisnis yang handal, mapan dengan pendapatan yang lumayan, bisa saja sebenarnya ia ingin menjalani karier yang sesuai dengan passionnya namun tidak punya nyali untuk mencobanya. Atau teman kita yang selalu tertawa da bahagia belum tentu dia benar-benar merasakan bahagia. Kita tidak pernah tau apa yang sebenarnya terjadi dalam hidup orang lain, dan akhirnya sia-sia jika kita sibuk membandingkan hidup kita dengan hidup mereka yang hanya terlihat oleh kita  saja.

Dia yang hidup kekurangan tapi bisa merasa cukup, sebenarnya mungkin lebih bahagia daripada dia yang kaya raya.

Bahagia merupakan standar yang kita tetapkan sendiri. Orang yang bergelimang harta, dan memakai berbagai benda dengan merek terkenal yang harganya saja berjuta-juta, mungkin mereka bahagia secara  fisik namun belum  tentu merasakan bahagia secara batin dari yang lain. Berbeda dengan mereka yang hidupnya sedehana tapi sudah merasa bahagia dengan apa yang ada meskipun harus bekerja keras untuk mendapatkannya.

Setiap orang punya masalah hidup sendiri-sendiri. Kesulitan yang kamu hadapi saat ini, belum tentu orang lain bisa menangani

Setiap masalah datang kita sering berpikir, kenapa harus kamu yang mengalaminya ? akhirnya kamu berandai-andai menjadi si A atau si B, yang hidupnya terlihat sempurna. Kamu terlalu sibuk meratapi nasib dan tidak menyadari bahwa kamu hebat sudah bisa mengatasi masalah yang kamu hadapi. Orang yang kamu anggap hebat belum tentu bisa mengatasinya sepertimu. Lalu, untuk apa kamu merasa rendah diri ? karena setiap orang memiliki masalahnya masing-masing

Jangan hanya menengok ke atas, sesekali lihatlah ke bawah. Belajarlah mensyukuri apa yang sudah dimiliki

Hidup setiap orang berbeda-beda, begitu pula hidup kamu. Kamu iri dengan kehidupan mereka dan ingin merasakan hal yang sama juga, akhirnya kamu selalu melihat keatas. Hidupmu akan terasa berat saat kamu sibuk untuk meraih hal yang tidak bisa kamu capai dan melupakan apa yang sudah kamu miliki. Bersyukurlah pada apa yang kamu miliki  karena belum  tentu orang lain mempunyai hal yang sama. Maka, kamu akan menyadari, betapa beruntungnya dirimu.

Fokus saja pada hidupmu. Jadilah yang terbaik versimu, dan tak perlu mendengarkan orang-orang di sekitarmu

Bila kamu merasa ada yang salah dengan hidupmu maka perbaikilah, kejarlah cita-citamu dan tentukan hidupmu sendiri. Tak perlu membandingkan diri sendiri dengan orang lain, toh kamu adalah kamu. Kamu tidak perlu menjadi orang lain untuk bisa bahagia. Sibukkan diri dengan fokus untuk memperbaiki diri, sehingga kamu bisa menjadi yang terbaik versimu.

Rasa iri itu wajar, tapi jangan terlalu lama dipelihara. Mari kita belajar menghargai apa yang kita punya.

Shares
Share This