Ada Apa Dengan PDAM Kota Cirebon

Karyneiko
  • 2 minggu
  • 233
  • 0

Kemarau panjang yang melanda kota Cirebon sangat dirasakan oleh warganya. Kekeringan dan sulit mendapatkan air bersih.

Bahkan pelanggan PDAM Tirta Giri Nata mengeluhkan kelangkaan air tersebut. Mereka menyuarakan derita yang dialami lewat anggota DPRD kota Cirebon dalam acara reses.

Menanggapi itu, politisi muda PKB Syaifurrohman, SE mengatakan, pihaknya akan terus memperjuangkan aspirasi warga agar PDAM merealisasikan apa yang jadi keluhan warga.

“Kami siap mendorong itu, tidak bisa PDAM mengatakan sedang ada perbaikan terus, kami akan terus akan menagih apa yang menjadi tanggungjawab PDAM,” kata Gus Ipul.

Dirinya menegaskan, PDAM harus bersinergi dengan DPRD Kota Cirebon. “Jangan cuma maunya PDAM saja,” tukasnya

Sementara itu wakil ketua DPRD Kota Cirebon Mohammad Handarujati Kalamullah (Andru) menyoroti tentang Reklasifikasi (penyesuaian tarif pelanggan) dan pelayanan Air bersih dari PDAM Tirta Giri Nata Kota Cirebon.

Andru katakan semua Anggota Dewan merasa bingung dengan persoalan Reklasifikasi ini. Pasalnya, Pemerintah Kota Cirebon ataupun PDAM Tirta Giri Nata tidak melibatakan DPRD dalam persoalan ini.

“seharusnya jika menyangkut hajat hidup orang banyak Dewan dilabatkan atau diajak bicara” Ujar Andru saat reses masa persidangan 1 di RW 16 Bayu Asih Harjamukti Minggu (24/11-2019)

Dirinya juga menambahkan, untuk saat ini Reklasifikasi masih belum tepat, karena sampai dengan sekarang PD Tirta Giri Nata masih belum memberikan pelayan maksimal kepada pelanggan.

“Reklasifikasi bagus, tapi sekarang belum tepat, perbaiki saja dulu pelayananya debit air nya bagaimana,” tegas Andru.

Sebelumnya, DPRD dan Pemerintah Daerah Kota Cirebon telah menyetujui penambahan modal kepada PDAM Tirta Giri Nata sebanyak 5 Miliyar Rupiah pada tahun 2019 dan 5,2 Miliyar Rupiah pada tahun 2020, diharapkan dengan ditambahkanya kembali modal ini PDAM Tirta Giri Nata bisa memberikan pelayanan maksimal kepada pelanggan dan juga mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Cirebon.

“Modal sudah ditambah, nanti kita akan tagih tuh PDAM mampu tidak mereka memperbaiki pelayanan, dan juga bisa tidak naikan PAD” pungkas Andru

Direktur Utama PDAM Tirta Giri Nata, Sopyan Satari (Opang) membantah tudingan DPRD Kota Cirebon terkait kenaikan tarif air PDAM secara sepihak.

Menurut pria yang akrab disapa Opang, pihaknya sudah mengikuti peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 71 Tahun 2016 Perhitungan dan Penetapan Tarif Air Minum dan peraturan Daerah Kota Cirebon Nomor 17 Tahun 2017 tentang Pelayanan Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Giri Nata. Serta peraturan Wali Kota Cirebon Nomor 4 Tahun 2018 tentang Perhitungan dan Penetapan Tarif Air Minum Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Giri Nata Kota Cirebon.

Keputusan Wali Kota Cirebon nomor 539/Kep.126-Adm.Perek/2018 tentang Penetapan Besaran Pendapatan Air Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Giri Nata Kota Cirebon. Serta Keputusan Direksi Perusahaan Daerah Air Minum Kota Cirebon nomor 690/Kep.36PDAM/2014 tentang Pengelompokan Kembali Klasifikasi Pelanggan Air Minum Perusahaan Daerah Air Minum Kota Cirebon.

“Pengelompokan atau klasifikasi pelanggan merupakan ketentuan Perumda Air Minum Tirta Giri Nata Kota Cirebon yang pada prinsipnya adalah menyesuaikan golongan tarif pelanggan yang didasarkan pada luas bangunan, fungsi bangunan dan kondisi sosial ekonomi pelanggan,” jelas Opang saat Talkshow pada salah satu radio di Cirebon

Dirinya mengatakan, tujuannya untuk memenuhi prinsip keadailan kepada pelanggan dan pengendalian penggunaan air.

“Dengan diberlakukannya kelas tarif yang sesuai dengan kondisi terkini luas bangunan dan fungsi bangunan pelanggan, diharapkan pelanggan akan lebih menghemat pemakaian air. Perumda Air Minum Tirta Giri Nata Kota Cirebon melakukan penyesuaian atau reklasiflkasi pelanggan pada Bulan Oktober 2019,” lanjutnya

Menurutnya hal tersebut dilakukan sesuai hasil survey petugas pada alamat pelanggan. Perubahan klasifikasi pelanggan yang diberlakukan saat ini hanya kepada pelanggan dengan aliran air Z 18 jam.

“Diharapkan kepada pelanggan Perumda Air Minum Tirta Giri Nata Kota Cirebon untuk dapat memahami dan mendukung program reklasiflkasi pelanggan Perumda Air Minum Tirta Giri Nata Kota Cirebon guna memberikan pelayanan yang lebih baik, memenuhi prinsip keterjangkauan dan berkelanjutan dalam pengelolaan perusahaan,”tukas Opang.

Sudahlah Direksi dan DPRD gak usah ribut tapi duduk bersama menyeleseikan masalah warga. Warga membutuhkan air bersih, carilah solusinya seperti apa jngan saling berbantahan.

Shares
Share This