PCNU Kota Cirebon Gelar Shalawat Nariyah Akbar Malam Puncak Peringatan Hari Santri

Karyneiko
  • 3 minggu
  • 115
  • 0

Gema Sholawat Nariyah menggema di pelataran ex Gedung BAT Kota Cirebon, yang dipadati santri dengan atribut pondok pesantren mereka menghiasi Acara Santri Bersholawat dan Tabligh, sebagai acara puncak kegiatan memperingati Hari Santri Nasional pada Sabtu malam 26 Oktober 2019.

Hadir dalam acara tersebut Ketua PCNU Yusuf, S.E, MM dan KH Fariz Elt Haque Fuad Hasyim – Pengasuh Pesantren Al-Arifah Buntet Cirebon, para tokoh ulama serta Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat – Drs Sutisna, MSi mewakili Pemerintah Kota Cirebon.

Dalam sambutannya Ketua PCNU Kota Cirebon menegaskan bahwa dengan terbitnya Undang-Undang Pesantren Nomor 18 Tahun 2019 tanggal 24 September 2019 yang ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo adalah suatu bentuk perhatian dan akomodasi nyata negara terhadap pesantren dan santri.

” Santri harus lebih maju dan produktif bisa mengisi ruang publik yang kosong untuk lebih produktif dan inovatif serta selalu konsisten dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Pancasila,” jelas Yusuf

Hal senada diungkapkan oleh Drs Sutisna, MSi bahwa sekarang saatnya santri untuk lebih bangkit lagi dalam era milenial dan membangun negeri ini.

” Dengan Keppres Nomor 22 Tahun 2015 yang menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional, merupakan pengakuan negara bahwa santri dan para ulama dengan pesantrennya memiliki peran besar dalam perjuangan kemerdekaan serta upaya mempertahankan NKRI dari agresi kolonial. Dan saat ini santri diharapkan bisa lebih maju serta mempertahankan prestasi untuk kemajuan bangsa dan negara”, tegasnya

UU Pesantren sejatinya adalah pengakuan negara terhadap pesantren sebagai lembaga pendidikan yang sah, serta pengakuan negara bahwa santri sebagai bagian dari anak bangsa dan sumber daya manusia mumpuni sebagai generasi muda, ke depannya santri dapat berkompetisi dengan fair tanpa mengkhawatirkan status ijazah dan terdiskriminasi status formal pendidikannya.

Kota Cirebon sebagai Kota Wali, santri harus lebih memberikan kontribusi yang lebih baik dan berprestasi mampu bersaing di era kemajuan tehnologi pembangunan revolusi 4.0, demikian pesan singkat KH Fariz Elt Haque Fuad Hasyim.

Antusias para santri semakin memadati lokasi acara menyanyikan secara koor lagu-lagu yang dibawakan group dipanggung Dan acara ini memberikan berkah tersendiri bagi para pedagang minuman dan makanan, sekaligus sebagai siraman qalbu dengan mendengarkan lagu-lagu dan ceramah beberapa tokoh ulama.

Acara selesai jam 23.00 wib dan sebagai acara perpisahan para santri dan tokoh ulama, bersama-sama menikmati puluhan tumpeng dari keluarga besar PCNU Kota Cirebon.

Shares
Share This