BANJIR: Kota Cirebon, Cirebon Timur Dan Cilimus

Cirebonmedia.com- Hujan deras yang mengguyur Cirebon pada Rabu (15/2) sore, menyebabkan banjir yang cukup besar di beberapa wilayah. Selain menggenangi rumah penduduk, luapan air tampak menggenangi fasilitas umum dan jalan raya.

Beberapa titik di Kota Cirebon tadi malam tergenang banjir dikarenakan meluapnya sungai Subah yang tidak sanggup menampung kiriman air dari hulu. Pemkot Cirebon berupaya agar kondisi ini tidak menjadi langganan dan sudah menyampaikan kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU) agar segera bertindak untuk menangani banjir di Kota Cirebon. Namun masyarakat juga harus sadar agar tidak mendirikan bangunan di bantaran sungai karena selama ini rumah yang rusak terkena banjir adalah rumah yang berada di bantaran sungai.

Banjir yang melanda salah satu daerah di Cirebon
Banjir yang melanda salah satu daerah di Cirebon

Sementara itu, banjir di wilayah Cirebon Timur mengakibatkan ruas jalur pantura mengalami kemacetan karena tergenang air. Wilayah yang parah terkena banjir yakni sejumlah desa di Kecamatan Pangenan. Ketinggian air mencapai 30 centimeter hingga 1 meter di daerah permukiman warga yang memaksa warga mengungsi ke masjid atau balai desa. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, sebanyak 30 desa dari 12 Kecamatan terendam banjir. Hal ini dipicu hujan deras yang terjadi sejak Rabu dan meluapnya sejumlah sungai yang mengalami pendangkalan.

Hujan deras juga menguyur wilayah Kabupaten Kuningan Rabu (15/2) sore. Ruas jalan utama Cilimus penghubung Kuningan – Cirebon pun terendam banjir. Banjir menggenangi ruas jalan raya Cilimus hingga Caracas dengan kedalaman mencapai 75 centimeter. Genangan air setinggi lutut orang dewasa tersebut memaksa kendaraan yang melintas harus mengurangi kecepatan. Selain menggenangi ruas jalan, banjir juga menggenangi sejumlah pertokoan yang berada di pinggir jalan. Kondisi ini praktis membuat pemilik toko kerepotan menghalau agar air tidak banyak yang masuk ke tokonya.

Shares
Share This