Pengungsi Garut Masih Membutuhkan Bantuan

Cirebonmedia.com – Bencana banjir bandang dibantaran sungai Cimanuk Kabupaten Garut telah menghancurkan dan menghanyutkan ratusan rumah. Sampai dengan saat Selasa (27/9) ribuan orang masih mengungsi ke posko – posko tanggap bencana yang dibangun di berbagai tempat di wilayah sekitar terdampak banjir bandang.

Pasca terjangan banjir bandang yang terjadi pada Rabu 21 September  2016 lalu, masih banyak warga yang tinggal di posko pengungsian karena rumah – rumah mereka rusak bahkan hancur. Saat ditemui Jurnalis Cirebon dan Yayasan Baitul Ilmi di salah satu posko di Desa Sukajaya Kecamatan Taragong Kidul, Nina seorang warga yang rumahnya rusak terkena banjir mengatakan banyak sekali rumah yang rusak terkena banjir sehingga membuat barang – barang untuk keperluan sehari – hari hanyut terbawa air. “Akibat banjir banyak barang – barang seperti pakaian, alat memasak, surat – surat penting dan lain lain hanyut kebawa air” ungkap Nina. Menurutnya saat ini para korban banjir Garut masih sangat membutuhkan bantuan, terutama bantuan. “Kita masih memerlukan bantuan, yang paling penting itu perlengkapan sekolah anak, peralatan dapur dan beras karena keseringan makan mi instan banyak warga yang jadi sakit” imbuhnya.

IMG_8312

Pimpinan Yayasan Baitul Ilmi Hj. Fifi Sofiah Efendy atau yang akrab disapa Bunda Fifi juga menghimbau kepada masyarakat yang ingin membantu saudara – saudara di Garut agar menyumbangkan perlengkapan yang benar – benar dibutuhkan oleh para korban bencana. “Bagi masyarakat yang ingin menyumbang, dianjurkan menyumbangkan perlengkapan sekolah, peralatan memasak seperti kompor, piring gelas dan yang terpenting adalah beras” jelas Bunda Fifi. Di Desa Sukajaya sendiri terdapat 340 rumah yang terkena dampak banjir bandang dimana 31 diantaranya rusak berat, 74 rusak sedang dan sisanya rusak ringan.

Shares
Share This