Kerajaan Halu Cara Baru Guna Menipu

Belakangan kita dihebohkan dengan munculnya kerajaan-kerajaan baru. Namun boleh juga disebut dengan kerajaan halu.

Sayangnya kerajaan halu tersebut memanfaatkan pengikutnya untuk membayar sejumlah uang dengan iming-iming jabatan dan gaji besar.

Sasaranya tentu saja bukan orang perkotaan. Warga pedesaan menjadi sasaran empuk karena minim informasi yang sebenarnya. Doktinasi para pelaku mampu membujuk mereka masuk dalam kerajaan halu.

Kerjaan berbeda dan tempat terpisah namun modusnya sama saja. Mereka dengan gigih mengatakan memiliki kunci untuk mencairkan dana di Bank Swiss tapi entah rekening siapa. Bahkan mungkin mereka sendiri gak tau dimana Bank Swiss berada.

Nabung saja enggak, tidak punya rekening tapi ngomong bisa mencairkan dana yang sangat sulit diterima logika nominalnya. Konon dana ini bisa tuk menggaji seluruh warga negara Indonesia dan memberikan penghasilan yang besar untuk para pengikutnya.

Beberapa kerajaan yang pernah menghebohkan masyarakat Indonesia sebut saja :

1. Kerajaan ubur-ubur Banten
2. Gafatar (Gerakan Fajar Nusantara) di Kalimantan
3. Kerajaan Agung Sejagat di Purworejo
4. Sunda Empire di Bandung
5. Kesultanan Selaco ( Selacau Patrakusumah ) di Tasikmalaya

Entahlah kerajaan ini muncul dari mana dan siapa asal usulnya. Beberapa dari mereka sudah bubar dan terbukti menyebarkan berita bohong. Bahkan terindikasikan menipu anggotanya.

Seharusnyalah pemerintah kita mengedukasi masyarakat agar tidak ada lagi korban. Jajaran kesbang tentunua harus cepat tanggap menghadapi kemunculan organisasi baru. Apalagi membuat keraton dan kerjaan baru yang tidak jelas asal usulnya.

Kerajaan Ubur-ubur, Gafatar dan Kerajaan Agung Sejagat sudah tamat. Namun untuk Sunda Empire dan Kesultanan Selaco masih berlangsung.

Sudah seharusnya pemerintah mengedukasi masyarakat melalui instansi terkait agar tidak adalagi korban dari kerajaan halu.

Shares
Share This