Penjelasan Super Blue Blood Moon. Sumber : Kompas

Diakhir bulan Januari ini Indonesia disambut dengan Fenomena Langka “Super Blue Blood Moon” yang akan hadir pada tanggal 31 Januari 2018, malam ini adalah gerhana bulan yang hanya terjadi 100 tahun sekali.

Langit malam akan menampilkan 3 Gerhana bulan sekaligus. Super Moon, Blue Moon dan Blood Moon, disingkat dengan “Super Blue Blood Moon”. Peristiwa ini akan dimulai mulai pukul 18:48 WIB hingga 23:09 WIB, dengan total durasi 5 Jam 20,2 Menit.

Gerhana bulan selama lebih dari 5 jam itu hanya akan terlihat di beberapa daerah, antara lain di Pulau Sumatra, Pulau Jawa hingga bagian barat Jawa Timur, dan bagian timur Jawa Tengah, serta sedikit daerah di Kalimantan Barat.

Namun masih banyak yang belum mengetahui dengan pasti apa itu super blue blood moon. Berikut penjelasan mengenai tiga fenomena langka ini.

Super Moon

Penampakan Super Moon

Bulan super adalah istilah yang digunakan oleh para astrolog untuk menggambarkan keadaan bulan penuh ketika bulan berada dalam posisi terdekatnya dengan Bumi. Secara spesifik, bulan super bisa merupakan bulan purnama atau bulan baru, yang jaraknya dengan bumi sekitar 10% atau kurang dari jarak lintasannya dengan bumi. Ketika fenomena ini terjadi, bulan tampak lebih besar dan lebih terang, meskipun perubahan jaraknya hanya beberapa kilometre.

 

 

Blue Moon

Blue Moon

Bulan biru adalah peristiwa munculnya bulan purnama kedua yang terjadi dalam satu bulan yang sama. Nama Bulan Biru sebenarnya tidak ada hubungannya dengan warna. Kadang-kadang, bulan purnama dapat muncul pucat kemerah-merahan. Bulan bisa tampil berwarna biru jika kebakaran hutan atau letusan gedung berapi mengotori bagian atas atmosfer dengan abu atau asap.

Bulan Biru memiliki banyak nama. Bulan biru juga disebut sebagai bulan purnama sturgeon, bulan jagung hijau, bulan gabah, dan bulan purnama merah. Bulan Biru hanya penuh untuk sementara. Walaupun rembulan biasanya terlihat penuh sehari sebelum dan sehari sesudah bulan purnama, ada secara teknis suatu ketika bulan itu tampak penuh di langit.

Blood Moon

Blood Moon

Blood Moon adalah bulan berwarna merah seperti darah (Blood Moon). Peristiwa Blood Moon ini menjadikan bulan tidak hanya berwarna merah namun juga sangat besar. Warna merah ini disebabkan oleh pantulan cahaya matahari oleh atmosfer bumi. Bumi hanya menyerap gelombang cahaya biru milik matahari. Sisa cahaya yang lolos akan dibiaskan, kemudian cahaya ini akan dipantulkan ke permukaan bulan dan menjadikan permukaannya oranye terang atau merah darah.

 

Fenomena ini adalah kombinasi indah dan langka, jadi sangat sayang jika terlewat begitu saja.

Sumber : Wikipedia, Google
Oleh : Faisal (SMKN 1 Palasah)

Shares
Share This