Waspada Bahaya Kantong Plastik

Cirebonmedia.com Sebagian besar masyarakat Indonesia sangat senang berbelanja, dari kelas menengah ke atas hingga golongan menengah ke bawah setiap barang belanjaan dipastikan menggunakan kantong Plastik. Tahu kah anda bahwa kantong plastik sangat berbahaya khususnya jika digunakan sebagai tempat makanan.

Kantong plastik atau yang biasa kita sebut dengan kresek memiliki dampak buruk bagi lingkungan. Bahaya limbah plastik bukan omong kosong. Telah banyak penelitian membuktikan dahsyatnya limbah plastik mendatangkan bahaya termasuk potensi negatifnya dalam mendegradasi lingkungan.

Seberapa besar bahaya kantong plastik terhadap lingkungan? Sejak 2009 lalu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia  telah mengeluarkan peringatan publik tentang bahaya kantong plastik hitam atau lebih populer dengan nama kantong kresek (Margianto, H :2013).

Sebagian besar dari kantong kresek (terutama yang berwarna hitam) adalah hasil produk daur ulang, dimana bahan yang didaur ulang berasal dari berbagai material yang berbahaya bagi kesehatan. Plastik sendiri membutuhkan waktu yang lama untuk proses penghancurannya, untuk dapat menghancurkan plastik, mikroba butuh proses oksidasi. Kendala proses oksidasi secara ideal kantong kresek memakan waktu sekitar seribu tahun.

Image By: Google.com
Image By: Google.com

Berlandaskan dasar itulah plastik dikatakan berbahaya dan tidak ramah lingkungan. Mengingat lamanya proses oksidasi yang dibutuhkan plastik untuk hancur. Timbul pertanyaan bagaimana terobosan yang digunakan untuk menangani bahaya limbah kantong kresek?.

Beberapa ahli teknologi berlomba- lomba untuk menciptakan material bahan plastik yang ramah lingkungan salah satunya Teknologi oxium, yang  memberikan campuran bahan aditif pembuat bijih plastik.Penambahan bahan tersebut dapat mempercepat masa oksidasi plastik yang semula seribu tahun menjadi dua tahun. Dengan demikian, plastik oxium memiliki keunggulan dapat memecah diri lebih cepat dari kantong kresek biasa.

Terobosan lain untuk mengatasi limbah plastik  dengan teknologi  Plastik yang  berasal dari tanaman seperti singkong dan jagung. Namun, bahan yang banyak digunakan saat ini adalah singkong. Hasil penelitian membuktikan bahwa kantong plastik dari singkong dapat terurai dalam jangka 3-6 bulan dilingkungan alami.

Kantong plastik ini merupakan polimer biodegradable, yang dapat terurai dialam dengan bantuan mikroorganisme dan air.

Dengan berbagai macam terobosan teknologi ini diharapkan dapat memberikan manfaat serta dampak yang baik.

Shares
Share This