Mau Dibawa Kemana Anak-anak Indonesia?

Cirebonmedia.com– Seorang anak merupakan wujud cinta dari dua insan yang bersatu dan membina suatu rumah tangga. Kehadiran Sang buah hati amat diidamkan oleh pasangan suami istri karena ia adalah penerus cita-cita luhur keluarganya serta menjadi penerus suatu bangsa.

Anak merupakan permata bagi orang tua bahkan dunia. Ia juga merupakan anugerah yang diberikan Tuhan sebagai wujud nyata kasih sayang yang bersatu dalam keluarga. Anak juga merupakan cikal bakal lahirnya suatu generasi baru yang merupakan penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber daya manusia bagi pembangunan Nasional.Anak adalah aset bangsa.Masa depan bangsa dan Negara dimasa yang akan datang berada ditangan anak sekarang.

Pentingnya anak sebagai sebuah titipan negara pada keluarga diatur dalam Undang-undang Nomor 23 tahun 1979 dan Keputusan Presiden No.44 tahun 1984 tentang Hari Anak Nasional yang jatuh pada setiap tanggal 23 Juli setiap tahunnya. Penetapan tanggal 23 Juli ini bertepatan dengan tanggal diundangkannya UU.No.23 Tahun 1979 tersebut diatas.

Menurut psikolog anak Seto Mulyadi yang akarab disapa ‘Kak Seto”, berharap agar Presiden Joko Widodo memberikan waktu dan menyumbangkan pemikirannya kepada anak-anak. Dia juga menilai sudah sepatutnya anak-anak Indonesia mendapatkan kebahagiaan saat hari anak layaknya perayaan saat peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia.

Pernyataan anak-anak Indonesia harus bahagia memang seharusnya didapat seluruh anak di Negara ini. Perjuangan harus dilanjutkan melihat banyaknya angka kekerasan terhadap anak yang sering terjadi serta banyak anak yang harusnya mendapatkan pendidikan layak namun harus turun ke jalan untuk mencari nafkah. Sangat miris ketika usia-usia seperti mereka yang harusnya bermain dan belajar terenggut oleh polemik negeri serta biaya yang tinggi untuk sekedar mengenyam pendidikan.

Hal tersebut diperkuat dengan pernyataan mantan menteri agama pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang yudhoyono, Suryadharma Ali. Belaiu menyampaikan bahwa kondisi anak-anak Indonesia memang masih memprihatinkan. Profil Anak Indonesia pada 2011 menunjukan masih ada 8,12% anak-anak usia 5-17 tahun tidak sekolah. Bahkan sekitar 9,30% anak Indonesia belum pernah merasakan pendidikan.

anak indonesia 500X500 Dengan melihat kemajuan dunia teknologi, jiwa sosialisasi seorang anak lambat laun semakin menghilang. Seperti contoh, permainan-permainan tradisional yang dapat membangun rasa sosialisasi anak mulai tergantikan dengan gadget yang lebih mendorong anak pada sifat individu.

Jika hal ini tidak segera diatasi, mau dibawa kemana anak-anak Indonesia?. Bagaimana nasib Nusantara tercinta dimasa depan ketika penerusnya mengalami kekerasan diusia dini dan tidak mendapatkan pendidikan yang layak. Seluruh elemen yang ada di Indonesia harus bergandengan tangan dan bersatu demi menyelamatkan aset berharga bangsanya, tak hanya memikirkan kekayaan dan kekuasaan namun lebih mengutamakan kemerdekaan sang penerus bangsa. Mau dibawa kemana anak-anak Indonesia? Akankah menjadi anak bangsa ataukah anak mangsa.

 

 

Image By: Google.com

Shares
Share This