Cirebon on Camera – Metland Hotel By Horison

Cirebon – Umah Kebon, Metland Hotel By Horison Cirebon. Pada tanggal 3 Oktober 2014 jam 16.00-18.00 WIB dipadati oleh para tamu undangan dari lintas dan kalangan pelaku usaha, pemerintahan, seniman dan budayawan, untuk menghadiri sebuah program yang bertajuk “Cirebon on Camera”.

Dalam program ini terdapat beberapa konten acara yaitu pameran foto Cirebon Tempo Dulu dan Pemutaran Film Cirebon Tempo Dulu dari Badan Perpustakaan dan Kearsipan Kota Cirebon, lomba membatik yang akan diikuti oleh 50 siswa-siswi dari berbagai macam sekolah, lomba fotografi yang diikuti oleh 50 peserta, penampilan Tari Topeng.

Pemutaran Film Cirebon Tempo Dulu sendiri bertujuan menumbuhkan rasa cinta masyarakat Cirebon akan Budaya Cirebon yang kaya dan Kota Cirebon itu sendiri. Dan juga bersemangat untuk membangun Kota Cirebon untuk lebih maju,berkembang dan nyaman untuk para masyarakat Cirebon sendiri dan para turis-turis lokal maupun manca negara yang akan berkunjung ke Kota Cirebon.

IMG_7921-2
Peserta lomba membatik

Adapun menyelenggarakan lomba batik untuk memperingati Hari Batik Nasional yang ditetapkan pada 2 Oktober 2009 lalu yang secara resmi ditandai dengan dikeluarkannya Keppres No. 33/2009 oleh presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta budaya kepada generasi-generasi penerus bangsa, agar kelak salah satu tradisi dan budaya bangsa ini tak jatuh ke tangan bangsa lain seperti yang telah terjadi sebelum-belumnya. Tak sampai disitu saja, Batik Indonesia telah diakui Dunia Internasional melalui Keputusan UNESCO yang menetapkan Batik Indonesia sebagai warisan budaya yang melambangkan masyarakat, budaya,ekonomi dan alam. Batik sendiri tak hanya berasal dari Indonesia saja ada pun dari beberapa negara dari Asia dan Afrika. Diantaranya,China, India, Malaysia, Filipina, dan Sri Lanka, bahkan Nigeria. Tetapi menurut UNESCO batik Indonesialah yang memiliki ragam motif dan chir ikhas warna di tiap-tiap Daerah Indonesia yang membentang dari Sabang hingga Marauke. Keunikan inilah yang membuat UNESCO menggeluarkan pengakuan untuk Batik Indonesia sebagai warisan budaya.

Lomba fotografi ini pun diselenggarakan dengan tolak ukur melihat perkembangan dunia fotografi di cirebon yang semakin berkembang dari tahun ke tahun. Seperti yang kita ketahui, dunia fotografi di cirebon sudah menjamur diberbagai kalangan masyarakat baik para remaja hingga kaum dewasa. Diselenggarakannya lomba ini agar cirebon melahirkan fotografer-fotografer handal yang mampu bersaing di nusantara maupun mancanegara dan Crebon lebih dikenal luas bukan hanya Keraton dan Batik mega mendung nya saja, tetapi dalam hal fotografi pun cirebon mampu bersaing.

IMG_7949-2
Penari topeng Cirebon

Penampilan Tari Topeng ini pun bertujuan agar generasi muda mengenal warisan budaya dalam dunia seni tari, terlebih jika kita melihat perkembangan zaman dan teknologi yang semakin maju dengan pesat, tentunya muncul sebuah kekhawatiran bahwa budaya ini akan tersisihkan oleh perkembangan zaman dan teknologi tersebut, apalagi fakta ironisnya anak-anak zaman sekarang sangat jarang mengetahui apa saja tarian daerah nya masing-masing. Tari Topeng adalah salah satu tarian di tatar Parahyangan. Tari Topeng Cirebon, kesenian ini merupakan kesenian asli daerah Cirebon, termasuk Indramayu, Jatibarang, Losari, dan Brebes. Disebut tari topeng, karena penarinya menggunakan topeng di saat menari. Tari topeng ini sendiri banyak sekali ragamnya, dan mengalami perkembangan dalam hal gerakan, maupun cerita yang ingin disampaikan. Adapun tarian yang populer dikalangan masyarakat cirebon yaitu Tari Topeng Kelana.

Terkadang tari topeng yang dipentaskan di Cirebon dimainkan oleh satu penari tarian solo, atau bisa juga dimainkan oleh beberapa orang dan Wayang Orang oleh Sanggar Sekar Pandan. Acara ini pundimeriahkan oleh olah vokal yang mumpuni dari para siswa Purwacaraka dan paduan suara dengan diiringi alunan biola yang membawakan lagu-lagu tradisional secara medley yang ditampilkan oleh Paduan Suara dari para siswa Tiga Negeri Music House.

IMG_7932-2 Program Cirebon on Camera ini dibuka oleh Sultan Kacirebonan, Pangeran Abdulgani Natadiningrat dengan pemukulan Gong yang menandai dimulainya serangkaian acara yang syarat akan nilai-nilai budaya. Dalam kesempatan ini Sultan Abdulgani Natadiningrat juga meresmikan photo booth di area Umah Kebon yang telah didesign secara apik dengan nuansa tradisional Cirebon. Photo Booth ini adalah fasilitas tambahan bagi para tamu yang menginap di Metland Hotel By Horison Cirebon. Para tamu dapat berfoto di area photo Booth dengan menggunakan kostum Tradisional Cirebon seperti Putri Ong Tien, Nimas Gandasari dan kelana yang telah dipersiapkan khusus oleh panitia untuk para tamu Metland Hotel By Horison Cirebon.

Program ini adalah wujud dari komitmen dari pihak Metland Hotel By Horison Cirebon untuk ikut serta dan terjun langsung dalam melestarikan dan mengapresiasi kesenian dan kebudayaan di Kota Cirebon.

Photo by Bhakti Gunawan – Cirebon Media

Shares
Share This