Apa itu Sleep dan Hibernate? Mana yang harus dipilih?

Terkadang ada dimana saat kamu tidak selsai dalam mengerjakan tugas yang dilakukan di komputer. Atau kamu meninggalkan tugas sementara dan membiarkan laptop kamu menyala. Atau bisa juga kamu malas membuka semua file dan sumber sehingga membiarkan komputer tersebut menyala.

Pada akhirnya laptop atau komputer kamu akan mati dengan sendirinya dengan mode Sleep. Mode ini menggunakan power yang lebih kecil dan kamu bisa mulai mengerjakan tugas ketika dihidupkan kembali. Selain Sleep ada juga mode hibernate yang hampir sama dengan sleep. Berikut pengertiannya.

Pengertian Mode Sleep

Pada mode Sleep semua data-data tugas yang belum selesai disimpan pada RAM. Sumber: Digital Trends

Kamu akan menemukan mode ini di pengaturan Power di Windows. Mode ini akan aktif secara otomatis jika komputer tidak digunakan dalam jangka waktu tertentu. tapi ada keadaan dimana baterai tidak mencukupi maka mode ini akan langsung mematikan laptop.

Ketika mode Sleep aktif, komputer akan menggunakan daya yang paling rendah. Power akan diputus dari semua komponen komputer kecuali kepada RAM. Ini dikarenakan semua aktifitas yang dilakukan di komputer tetap disimpan pada RAM. Tapi kalau sampai Power terputus dari RAM, maka semua aktifitas di komputer kamu akan hilang dan semua pekerjaan yang kamu lakukan akan sia-sia jika sebelumnya tidak menyimpannya.

Untuk keluar dari mode Sleep kamu hanya perlu menekan sembarang tombol di keyboard ataupun menggerakan mouse. Maka komputer akan masuk ke posisi hidup kembali.

Pengertian Mode Hibernate

Pada mode Hibernate data-data tugas yg belum selesai disimpan pada harddisk. Sumber: Pixabay

Pada dasarnya Hibernate dan Sleep menggunakan teknik yang sama, Perbedaanya adalah pada Hibernate semua aktifitas disimpan pada Hardisk bukan RAM. Selain itu semua daya juga dipotong dari komponen komputer begitu juga RAM dan Hardisk, komponen ini akan ditpotong sumber dayanya. Dengan mode Hibernate resiko kehilangan data saat tidak adanya Power akan lebih sedikit, karena sebelumnya data sudah disimpan di Hardisk. Mode Hibernate sangat efektif untuk mematikan komputer jika masih banyak tugas yang belum diselesaikan.

Kamu bisa keluar dari mode Hibernate dengan menghidupkan kembali komputer. Aktifitas yang sebelumnya kamu lakukan akan dikirim kembali ke RAM, kembali kedalam keadaan semula dengan aplikasi dan window yang terbuka. Efeknya, karena semua data disimpan di hardisk, maka proses booting akan lebih lama daripada mode Sleep atau Shutdown.

Mana yang Harus Dipilih?

Mode Sleep bisa menjadi pilihan yang tepat ketika kamu ingin kembali mengerjakan tugas dengan cepat. Tapi itu akan baik jika kamu menggunakan laptop karena adanya baterai yang menunjang power.

Sedangkan Mode Hibernate lebih aman digunakan untuk komputer karena ketika ia kehilangan power maka data yang disimpan akan aman. Walaupun proses booting berjalan lebih lambat dari Sleep.

Pilihan antara kedua mode ini harus disesuaikan kebutuhan kamu.

Dikutip dari: Winpoin
Dikutip oleh: Nurfadhilah, SMKN1Palasah

 

Shares
Share This