Kerajaan Kecil Nan Imut yang Tersembunyi

Natascha Sheila
  • 2 minggu
  • 52
  • 0

Guys, kalian pernah mendengar soal Danau Kakaban tidak? Ternyata danau ini berada di kepulauan Kalimantan loh. Pulau Kakaban ini, tak sepopuler Kepulauan Derawan. Nyatanya, pulau kecil itu merupakan bagian dari kepulauan di Berau, Kalimantan Timur, yang memiliki keajaiban yang tak ada duanya. Danau ini memiliki kedalaman sekitar 10 meter, dan uniknya di sini ada jutaan ubur-ubur jinak yang tidak menyengat. Ubur-ubur Danau Kakaban adalah objek wisata yang tersembunyi dan sangat indah loh. Pulau ini menjadi terkenal karena hewan kecil yang hidup di danau ini berbeda dari spesies kebanyakan. Mereka unik karena tidak menyengat. Konon katanya spesies ubur-ubur yang sejenis dengan yang di danau cantik ini hanya ada di Kepulauan Micronesia yang letaknya di Tenggara Laut Pasifik. Destinasi Wisata Kalimantan Timur ini lebih dikenal dengan nama Danau Kakaban meskipun yang sebenarnya adalah Pulau Kakaban.

Bermain Bersama Ubur-ubur di Danau Kakaban | Indonesia Traveler
Sumber: https://indonesiatraveler.id/

Keunikan Danau Kakaban ini menjadi surga bagi traveler yang mencintai keindahan alam laut Indonesia. Selain suguhan wisata alam, kalian dapat menyaksikan keindahan evolusi keragaman satwa laut tercipta di Danau Kakaban. Danau di Kabupaten Berau ini terbentuk pada zaman prasejarah. Di masa peralihan Holosin, tepatnya. Maka danau ini disebut danau prasejarah. Danau Kakaban berasal dari air laut yang terjebak di Pulau Kakaban. Air laut kemudian bercampur dengan air hujan dan air tanah sejak 2 juta tahun yang lalu. Danau Kakaban memiliki luas 5 km2 dan dikelilingi oleh dinding karang terjal. Ketinggian dinding karang tersebut sekitar 50 meter.  Karena dinding tersebutlah, air laut tidak bisa keluar dan akhirnya menjadi sebuah danau.

Jendela Informasi : Ubur-ubur Air Tawar Di Danau Kakaban
Sumber:https://www.mamansoleman.net/

Bukti konkret dapat ditemukan di danau air payau ini. Isolasi struktur geografis danau menciptakan karakteristik ekosistem yang berbeda dibandingkan perairan Derawan. Pulau Kakaban menjadi satu satunya danau yang dihuni ribuan ubur–ubur yang tidak bersengat. Ada empat jenis ubur-ubur di Kakaban, yakni Mastigias, Cassiopeia, Aurellia, dan Tripedalia. Sejumlah kajian peneliti lingkungan menyebutkan, ubur-ubur Danau Kakaban telah menjalani evolusi selama ribuan tahun di lingkungan barunya. Peneliti menduga hilangnya sengat yang menjadi alat proteksi kebanyakan ubur-ubur disebabkan hilangnya predator, yakni ikan-ikan besar. Itu pula yang tidak ditemui di Danau Kakaban.

Jika kalian ingin berkunjung ke tempat wisata ini, kalian harus menaati peraturan yang ada ya guys. Beberapa hal paling penting yang harus diingat ketika akan berenang di danau ini.yaitu  pertama, pengunjung dilarang untuk memakai sunblock dan semacamnya. Alasannya karena zat kimia yang terkandung dalam krim tersebut dikhawatirkan dapat membunuh kehidupan ubur-ubur Danau Kakaban. Larangan kedua adalah penggunaan kaki katak. Dikhawatirkan jika pengunjung menggunakan kaki katak saat berenang akan melukai hewan kecil ini. Ketiga, pengunjung dilarang memegang ataupun mengangkat ubur-ubur dari dalam danau. Khawatirnya ubur-ubur akan hilang keseimbangannya. Terakhir, jangan melompat ketika akan masuk ke dalam danau karena tubuh orang tersebut bisa mengenai ubur-ubur dan membunuhnya. Peringatan dari pemerintah Kabupaten Berau, pengunjung dilarang mencemari lingkungan dengan sampah. Saat ini Pulau Kakaban dijaga kebersihannya oleh warga dari Desa Payung-Payung. Pengunjung diminta untuk mentaati peraturan yang telah ditetapkan di destinasi wisata Kalimantan Timur tersebut.

Setelah puas snorkeling di kerajaan ubur-ubur tanpa sengat, Kalian bisa langsung melanjutkan penjelajahan ke laut lepas di sekitar Kakaban. Dan tentunya kalian akan menemukan biota laut lain seperti terumbu karang, anemon laut, berbagai jenis ikan, sotong, dan masih banyak lagi.

wisata alam kalimantan timur kakaban2 - Phinemo
Sumber:https://phinemo.com/

Selain menyuguhkan keindahan alam yang luar biasa, ternyata pulau ini memiliki asal usul cerita mitos yang sangat menarik perhatian loh. Gugusan kepulauan Kakaban ini juga menyimpan sebuah cerita mitos yang dipercaya turun-temurun warga setempat. Konon, zaman dulu kala di tempat ini bercokol Kesultanan Berau yang kemudian pecah menjadi Kesultanan Gunung Tabur dan Kesultanan Sambaliung. Pada kisahnya, akan dihelat pernikahan keluarga kerajaan yang resepsi acara digelar di Pulau Panjang, pulau terluar di Berau. Dalam perjalanan mempergunakan kapal, rombongan pengantin diterjang ombak badai besar di perairan Laut Sulawesi. Mayat pengantin perempuan ditemukan di Pulau Derawan sebagai perlambang kesucian perempuan. Jasad kedua orangtua pengantin terdampar di Pulau Maratua atau istilahnya mertua dan pengantin laki–laki ada di Pulau Sangalaki. Adapun Pulau Kakaban menjadi istilah tempat ditemukannya jenazah saudara tertua sekaligus kakak pengantin. Keindahan alam Kakaban konon kerap dibanding–bandingkan dengan Kepulauan Palau di Micronesia, kawasan tenggara Laut Pasifik. Kedua pulau yang tercipta akibat pergeseran lempeng bumi selama ribuan tahun silam.

Danau Kakaban, Pulau Kakaban
Sumber:http://www.triptrus.com/

Peristiwa alam yang menciptakan kawasan baru yang wilayah dasar laut terangkat menjadi sebuah pulau karang. Jutaan kubik air berikut segala jenis flora fauna laut terangkat naik ke permukaan, membentuk suatu ekosistem baru.Pergeseran lempeng bumi di perairan Selat Makassar itu secara alamiah membentuk tebing karang Pulau Kakaban setinggi 10 meter. Tebing karang ini akhirnya menjadi pemisah antara perairan laut dengan danau air tawar yang berjarak tempuh 30 menit dari dermaga singgah perahu nelayan. Sebagian air Danau Kakaban kemudian merembes di sela-sela pori-pori karang menuju kawasan perairan laut Kepulauan Derawan.

Untuk mengunjungi kerajaan kecil nan imut ini, kalian harus terbang ke Bandara Kalimarau, di Tanjung Redeb. Kemudian diteruskan dengan menaiki speedboat dengan lama perjalanan sekitar 3 jam. Jalur darat bisa ditempuh dengan mendatangi Tanjung Batu dengan waktu tempuh kurang lebih 2 jam. Dari sana, dilanjutkan dengan menaiki speedboat. Lama perjalanannya kira-kira 1 sampai 2 jam. Dan hanya sekedar informasi saja, di pulau itu tidak ada listrik maupun penginapan. Pemerintah daerahnya menolak adanya pembangunan karena khawatir mengganggu lingkungan destinasi wisata.

Itu tadi ulasan singkat tentang Danau Kakaban, wisata di Kalimantan Timur yang setidaknya wajib kalian sambangi sekali seumur hidup. Bagaimana, adakah di antara kalian yang tertarik mampir ke sini?

 

Shares
Share This