Ribuan Santri Iringi Jenazah Gus Sholah Ke Peristirahatan Terahir

Ribuan santri berbaur dengan masyarakat turut mengiringi jenazah Dr. Ir. KH. Salahuddin Wahid atau biasa dipanggil Gus Sholah. Beliau adalah seorang aktivis, ulama, politisi, dan tokoh Hak Asasi Manusia di Indonesia.

Para santri berebut memberikan penghormatan terakhir kepada Gus Sholah yang dishalatkan di Ponpes Tebu Ireng Jombang. Ketokohan Gus Sholah membuat para santri dan masyarakat merasa kehilangan.

Jenazah Gus Sholah diberangkatkan dari Halim Jakarta menuju Bandara Juanda. Peti mati Gus Sholah diangkat oleh enam pejabat kepolisian dan TNI.

Sementara di depan peti jenazah terlihat Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memegang foto Gus Sholah. Wajah Khofifah sembab. Orang nomor satu di Jatim itu menangis.

Gus Sholah wafat pada hari Minggu, tanggal 02-02-2020 pukul 20:59 di RS. Harapan Kita dikarenakan sakit.

Ia pernah menjadi anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) pada masa awal reformasi 1998. Gus Sholah juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Komnas HAM.

Beliau juga pernah menjabat menjadi ketua Partai Kebangkitan Umat dan sebagai pengasuh Pondok Pesantren ternama Tebu Ireng Jawa Timur yang melahirkan oara ulama dan mubaligh terkenal.

Beliau lahir pada tanggal 11 September 1942, Kabupaten Jombang. Mendapat gelar Insinyur di Institut Teknologi Bandung.

Beliau merupakan saudara kandung dari Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Ia pun ┬ápernah menerbitkan buku “Negeri di balik kabut”.

Gubernur Jatim Khofifah memang sangat dekat dengan Gus Sholah. Dalam berbagai kesempatan, Khofifah menyempatkan diri bertemu dengan pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang tersebut. Khofifah sudah menganggap Gus Sholah sebagai orang tuanya sendiri.

“Gus Sholah merupakan seorang pejuang. Tebu Ireng yang sekarang mempunyai banyak cabang merupakan hasil perjuangan Gus Sholah. Gus Sholah ingin memberi ruang pendidikan dalam ilmu kebangsaan, agama, sosial kemasyarakatan tidak hanya tersentral di Jombang saja,” tutur Khofifah

Khofifah bersyukur mendapat ilmu yang banyak dari Gus Sholah, ia bercerita sering mendampingi Gus Sholah dalam pertemuan-pertemuan dengan kalangan-kalangan penting dan akademisi.

“Sehari bisa tiga kali beliau bertemu dengan berbagai kalangan. Sehingga saya juga ketetesan ilmu beliau,” lanjut Khofifah.

Sebelum Gus Sholah berpulang, Khofifah mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan kesembuhan Gus Sholah lantaran kabar jika kondisi kesehatan Gus Sholah tengah menurun.

Kondisi Gus Sholah diketahui terus menurun pasca menjalani bedah jantung pada Sabtu (1/2/2020). Tim dokter yang merawat Gus Sholah melakukan ablasi atau operasi untuk mengatasi gangguan irama jantung atau aritmia dengan menggunakan kateter yang dimasukkan ke dalam ruang dalam jantung.

“Mewakili Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan seluruh masyarakat Jawa Timur , saya menyampaikan duka cita mendalam seiring lantunan doa semoga Allah SWT menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya, menerima semua amal ibadahnya, mengampuni seluruh khilaf dan memberikan ketabahan dan keikhlasan bagi keluarga besar Gus Sholah,” tukas Khofifah.

Shares
Share This