Teknologi e-SIM Pengganti SIM Card, Perlukah Diterapkan?

Teknologi e-SIM kini telah hadir. Dengan teknologi e-SIM ini maka kita dapat bebas ganti operator layanan telekomunikasi tanpa harus ganti SIM fisik atau SIM Card.

e-SIM
mengganti simcard dengan e-sim foto: eannovate.com

SIM Card merupakan sebuah kartu SIM yang terdapat sebuah lempengan kotak ditengahnya dan berbasis logam konduktor seperti emas atau perak. SIM Card biasanya kita peroleh saat membeli kartu perdana yang kemudian SIM Card tersebut diselipkan ke slot dibagian dalam smartphone. Saat ini SIM Card terdiri beberapa ukuran, normal, mikro hingga yang terkecil ukuran nano.

SIM Card dapat menyimpan informasi yang digunakan untuk autentifikasi dan identifikasi pengguna yang berkaitan dengan jaringan. SIM menyimpan nomor layanan pusat untuk SMS, Service Provider, SPN dan lainnya. Data yang penting diantaranya nomor identitas kartu, nomor pengguna internasional, kode area, nomor panggilan darurat operator, dan kunci autentifikasi.

Jika SIM Card berupa kartu fisik maka untuk e-SIM hadir dalam bentuk virtual yang ditanam dan tidak bisa dilepas. Teknologi e-SIM sudah mulai diperkenalkan pada gelaran Computex 2017. Teknologi e-SIM tersebut dapat disematkan pada berbagai perangkat seperti smartphone, laptop, PC, smartwatch, dan lainnya sehingga teknologi ini dapat mendukung perkembangan IoT (Internet of Things) dan wearable device.

Salah satu operator di China, China Unicom mengumumkan telah resmi menggunakan e-SIM alias embedded SIM. Dengan layanan ini, pengguna tak perlu lagi menggunakan kartu SIM untuk berbagai perangkat selularnya.

Sebab, pelat kuning yang ada di kartu SIM akan langsung ditanam didalam perangkat. Jika ingin berganti operator, cukup dilakukan lewat antarmuka ponsel.

Pengguna juga bisa menggunakan satu nomor ponsel untuk beberapa perangkat sekaligus. Misal, nomor yang sama bisa digunakan di smartphone dan wearable.

Di China sendiri, China Unicom saat ini jadi satu-satunya operator yang mendukung layanan e-SIM. China Unicom menyediakan skema berlangganan yang lebih murah untuk kartu e-SIM kedua jika berlangganan selama satu tahun, demikian disebutkan TechNode dan Shine.

Isu mengenai penggunaan e-SIM di perangkat wearable sudah mengemuka sejak beberapa tahun lalu. Namun, penerapan teknologi ini masih belum populer hingga saat ini.

Penulis : Nisa

Shares
Share This