Hujan lagi banjir lagi, mungkin ungkapan yang klise dan sudah sering di dengar oleh telinga. Semua orang pasti mengeluh bila hujan turun. Hujan bikin banjir, gara-gara hujan semua basah, jalan jadi becek ga ada ojek, yang paling parah Tuhan juga disalahin. Padahal yang ngasih rezeki Tuhan, tapi tetap aja Tuhan kena imbasnya kalo banjir. Hampir ga pernah manusia menyalahkan dirinya sendiri. Lah…aklo Tuhan aja di salahin, terus Tuhan nyalahin siapa? Mikirrrr….ngutip bahasanya ca lontong.

Memang sih…beberapa wilayah terendam banjir. Seperti baru-baru ini terjadi di wilayah Cirebon bagian timur. Prihatin dengan kondisi korban bencana banjir disana. Namun demikian semua elemen masyarakat bahu membahu membantu korban banjir. Coba bayangkan, banjir setinggi 3 meter melanda sebuah desa berhari-hari pula. Hilanglah bangunan rumah terendam banjir, yang terlihat hanya atapnya aja. Mulai dari anak-anak hingga orang tua terjebak di atap-atap rumah menunggu bantuan yang datang. Korban meninggal ada, korban materi….ga terhitung jumlahnya. Akibat dari banjir sudah bisa di tebak, kerusakan dimana-mana.

evakuasi korban banjir oleh tim SAR foto: jabar.tribunnews.com

Seharusnya ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah setempat. Yang baik lanjutkan yang masih kurang perbaiki….mengutip bahasa kampanye, Agar kejadian serupa tidak terulang lagi. Bencana banjir menimbulkan kerugian materi dan non materi. Setelah banjir pun masih aga kerugian yang di derita yaitu penumpukan sisa-sisa banjir. Seperti lumpur yang terbawa arus banji, barang- barang yang hanyut terbawa air, bangkai hewan ternak sampai mayat manusia yang menjadi korban. “mungkin tuhan mulai bosan,melihat tingkah kita,yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa”, sepenggal lirik lagu dari EBIT .G.ADE ini seharusnya menjadi renungan buat kita.

Merubah perilaku kita menjadi lebih baik mungkin dapat membantu dalam menanggulangi banjir. Cobalah dari diri kita sendiri, contohnya tidak buang sampah kekali atau kerja bakti barsama warga membersihkan lingkungan tempat tinggal kita terutama saluran-saluran air agar tidak tersumbat sampah. Mungkin cara-cara tersebut lebih bijak dibanding mengeluh atau saling menyalahkan. Apabila dicermati air hujan itu sendiri banyak sekali manfaatnya, untuk itu jaga lingkungan kita sebelum datang bencana.

Shares
Share This