Perayaan tahun baru IMLEK adalah perayaan penting bagi orang Tionghoa. Dimulai hari pertama bulan pertama dan berakhir pada tanggal lima belas saat bulan purnama atau cap go meh pada penanggalan Tionghoa. Adat dan tradisi yang menyangkut perayaan IMLEK beragam, mulai dari perjamuan makan hingga pesta kembang api. Tahun baru IMLEK di anggap hari libur besar orang TIONGHOA.

Di Indonesia, pada masa pemerintahan Presiden Suharto melarayang perayaan IMLEK di depan umum. Dengan intruksi Presiden nomer 14 tahun 1967 Rezim Orde Baru melarang segala hal yang berbau Tionghoa termasuk IMLEK. Baru ketika pemerintahan Presiden Abdrrahman Wahid Intruksi Presiden nomer 14 tahun 1967 di cabut. Warga keturunan TIONGHOA sudah selayaknya berterimakasih kepada mantan Presiden Abdurrahman Wahid. Karena jasa beliaulah warga TIONGHOA bebas merayakan IMLEK tanpa harus sembunyi-sembunyi.

atraksi barongsai menyambut IMLEK foto:jabar.tribunnews.com

Selalu ada yang menarik setiap kali perayaan IMLEK, adanya pertunjukan Liong dan Barongsai menjadi hiburan tersndiri untuk masyarakat sekitar. Pembagian dodol china hingga bagi-bagi duit, biasanya sih di sebut angpaou. Selain Liong dan Barongsai ada ciri khas tersendiri tentang IMLEK yaitu nuansa warna merah. Ya, merah identik dengan IMLEK semua serba merah, mulai dari busana, pohon hias, Liong, barongsai sampai angpao pun berwarna merah. Menurut cerita dahulu kala ada raksasa atau nian yang hidup di daratan cina sana yang selalu muncul diakhir musim dingin untuk memakan hasil panen. Sekali waktu ada penduduk yang melihat nian lari tunggang langgang setelah bertemu dengan anak yang memakai baju warna merah, sejak saat itu IMLEK identik dengan warna merah. Hal itu diyakini bahwa dengan memakai warna merah NIAN tidak akan mengganggu manusia.

IMLEK memang perayaan untuk warga keturunan tionghoa, namun kini masyarakat umum bisa menyaksikan perayaan tersebut. Indonesia memang selalu mengedepankan toleransi antar sesame manusia tanpa memandang suku dan agama. Kebersamaan selalu menjadi hal terindah yang dapat di saksikan di bumi nusantara tericinta ini. Semoga toleransi selalu ada di hati setiap manusia agar tercipta kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat.

Shares
Share This