Ketahui Lima Hal Berikut Sebelum Memulai Bisnis Sendiri Tahun Depan

CirebonMedia.com – Malam pergantian tahun sebentar lagi kita rasakan, tidak terasa bahwa tahun 2017 sebentar lagi akan berganti dengan tahun selanjutnya. Penghujung tahun seperti ini adalah saat yang tepat untuk mulai menyusun berbagai rencana dan strategi yang akan kita lakukan demi meningkatkan kualitas hidup kita.

Ada yang berencana meningkatkan performa perusahaan, menjajal karir baru yang sesuai dengan potensi diri, atau bahkan menjajal peruntungan untuk memulai bisnis sendiri.

Menurut data dari Badan Pusat Statistik, terdapat hampir 27 juta usaha yang beroperasi hingga 2017 di Indonesia. Angka ini diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan semakin ramainya pasar internasional yang mulai masuk ke tanah air.

Ditengah persaingan yang sangat ketat seperti sekarang ini, bagaimana kita dapat menciptakan sebuah bisnis yang menguntungkan serta dapat bertahan di tengah persaingan global yang sedang terjadi?

Sebelum kamu memulai berbisnis sendiri dan memutuskan sebagai seorang entrepreuner, ada beberapa hal yang harus kamu ketahui agar kamu siap menghadapi hal – hal terburuk yang mungkin terjadi.


Sebuah Bisnis Tak Selamanya Stabil

Sumber: Pexels

Ketika kamu memulai sebuah perjalanan bisnis mandiri, kamu akan membangun segalanya dari hal yang paling dasar dan terus mengembangkan bisnis hingga akhirnya menjadi besar. Dalam prosesnya, hampir semua bisnis mengalami permasalahan dalam pelaksanaannya. Entah itu dari sisi finansial perusahaan, pasar yang sedang lesu, atau keadaan ekonomi yang kuran stabil. Jangan biarkan permasalahan seperti ini memadamkan niatmu untuk bersinar.

Sebelum berbagai masalah ini terjadi, ada baiknya kamu telah mempersiapkan bisnismu untuk segala kemungkinan yang akan terjadi. Ada beberapa cara untuk melakukan persiapan yang matang, antara lain:

  • Lakukan riset pasar.
  • Buatlah rencana bisnis yang matang.
  • Persiapkan tim yang kompeten untuk menjalankan bisnis.
  • Perkuat dasar hukum dari bisnis yang akan kamu jalankan

Apabila kamu merasa masih kurang yakin dengan semua persiapanmu, kamu dapat selalu meminta saran dan masukan dari kawan atau kerabat yang telah memulai bisnis mereka lebih dahulu.

Ketika saat-saat sulit sedang melanda, usahakan untuk tidak terlalu lama terjebak di dalam keadaan tersebut. Kamu juga dapat menggunakan waktu tersebut untuk menghasilkan lebih banyak ide dan perencanaan agar bisnismu dapat terus berjalan.

Dan ketika badai telah berlalu, kamu akan mendapatkan banyak pelajaran yang akan berguna, sekaligus meyakinkan dirimu bahwa permasalahan tersebut tidak akan terjadi kembali di masa yang akan datang.


Kritik Dari Konsumen adalah Bentuk Cinta Mereka

Sumber: Pexels

Sebuah bisnis dapat menjadi besar jika mendengarkan apa yang dibutuhkan dan diinginkan konsumen. Tapi terkadang, cara penyampaian saran dan kritik pengguna tidak selamanya dilakukan dengan baik.

Ada konsumen yang dapat menyampaikan keluhan mereka dengan baik, sementara yang lainnya bisa saja dengan cara yang sedikit keras. Di sinilah integritasmu sebagai seorang entrepreneur diuji.

Ketika kamu berinteraksi di dalam sebuah bisnis, baik itu berskala kecil atau besar, kamu akan menghadapi banyak orang di dalamnya. Apabila kamu ingin bisnismu bekerja dengan baik dan menghasilkan sebuah produk yang tepat guna, mendengarkan konsumen adalah salah satu kewajiban yang tidak bisa kamu abaikan.

Seburuk apapun perilaku seoarang pelanggan ketika menyampaikan saran mereka, mereka tetaplah pelangganmu.

Manfaatkan berbagai media untuk dapat menampung seluruh keluhan pelanggan, seperti media sosial, hotline layanan pelanggan, atau sekadar SMS untuk menyampaikan saran dan kritik.

Seburuk apa pun perilaku seorang pelanggan ketika menyampaikan saran mereka, mereka tetaplah pelangganmu—yang mungkin saja mereka telah mengalami hari yang berat atau berbagai faktor eksternal lainnya. Percayalah, sakit hatimu nantinya akan berbuah baik bagi perusahaan.


Siapkan Dana Lebih

Sumber: Pexels

Saat seseorang mengira mampu memperhitungkan segala pengeluaran yang dibutuhkan untuk membangun sebuah bisnis, ia belum tentu mampu mengantisipasi berbagai pengeluaran lain guna mendukung operasional bisnis tersebut. Karenanya, analisis bisnis diperlukan untuk dapat menentukan biaya operasional serta kecukupan runway perusahaan hingga periode tertentu.

Chef Kirsten Helle, founder dari Mesa de Vida, membagikan ceritanya ketika pertama menjalankan bisnisnya, “Para pembeli beberapa kali sempat menanyakan saus yang saya buat. Apakah saus itu dibuat sendiri di dapur saya.”

Di Amerika Serikat, sebelum sebuah makanan dibuat dan dijual, makanan tersebut harus menjalani beberapa pengujian. Tentu saja pengujian tersebut memakan biaya yang tidak sedikit, sebelum mendapatkan sertifikasi layak jual.

“Para pembeli ini tidak mengetahui bahwa membuat saus tanpa sertifikasi adalah hal yang ilegal. Mereka tidak tahu jika saus yang saya buat telah melalui berbagai tahap yang menghabiskan biaya, waktu, dan tenaga saya sebelum layak jual” sambungnya.

Membangun sebuah bisnis sudah pasti akan membuat lubang besar disakumu.

Biaya yang dikeluarkan oleh Kirsten mungkin saja di luar perkiraan awalnya ketika ia menyusun rencana bisnis. Inilah mengapa kamu harus menyisihkan uang lebih untuk menghindari kasus seperti yang dialami oleh Kirsten.

Membangun sebuah bisnis sudah pasti akan membuat lubang besar di sakumu. Karenanya, kamu perlu meyakinkan kembali bahwa rencana bisnis kamu memiliki ruang untuk menyisihkan uang lebih bagi pengembangan bisnis.


Pentingnya Manajemen Waktu

Sumber: Pexels

Harus diakui, bahwa ketika kamu berencana untuk membangun sebuah bisnis, akan ada banyak hal yang kamu korbankan, salah satunya adalah waktu luangmu. “Kebanyakan orang tidak menyadari betapa banyaknya waktu yang kami, para entrepreneur, habiskan ketika kami memutuskan untuk merintis dan menjalankan sebuah bisnis.” ujar Erin Andrews dari Indi Chocolate membuka kisahnya.

Pagi hingga sore, saya memiliki pekerjaan penuh waktu. Diakhir jam kerja, saya hampir tidak memiliki waktu untuk bersantai karena harus berjuang kembali membuat produk – Erin Andrews (Founder Indi Chocolate)

Walaupun pengorbanan waktu ini dapat dianggap menjadi sebuah investasi, akan tetapi apabila pada akhirnya kamu jatuh sakit karena kurang tidur, bisnismu justru akan merugi lebih banyak. Mengurangi waktumu bersantai tidak dapat menjadi jaminan bahwa bisnismu akan berkembang.

Apabila kamu sekarang masih memiliki pekerjaan tetap, pilihlah waktu terbaik di luar jam kerja untuk pengembangan produk. Waktu sepulang kerja atau akhir pekan dapat menjadi pilihan, hanya saja jangan sampai mengganggu saat istirahat dan bersantaimu terlalu banyak.

Kesuksesan sebuah perusahaan adalah hal yang penting, tetapi jadikan kebahagiaanmu sebagai seseorang yang merintis perusahaan menjadi prioritas utama.


Kesuksesan Tidak Datang Secara Tiba – Tiba

Sumber: Pexels

Anggap sekarang kita sedang belajar bersepeda. Sebelum kita lancar mengendarainya, kita harus melalui beberapa proses, dari penggunaan roda tambahan, hingga upaya gigih agar kita dapat seimbang di dua roda. Hal yang sama juga berlaku dalam bisnis, di mana kita harus memulainya dari tahap yang paling dasar, hingga akhirnya kita dapat menjalankan bisnis tanpa adanya halangan yang berarti.

Banyak yang melihat kesuksesan dari seorang entrepreneur adalah hal yang instan, namun ini adalah persepsi yang salah. Seorang entrepreneur berhak atas kesuksesannya berkat pengorbanan waktu dan tenaga mereka agar produk yang mereka jual dapat diterima di masyarakat.

“Orang-orang mungkin mengira bahwa saya dapat dengan mudah mendapatkan kesuksesan dari bisnis ini. Mereka tidak mengetahui apa saja yang telah saya lakukan di balik layar.” ujar Luuvu Hoang, founder dari Txiki Plaka. “Saya menghabiskan waktu hingga bertahun-tahun untuk membangun jaringan dengan para food blogger, chef, editor majalah, hingga para figur yang ada di industri ini agar produk saya dapat dikenal di masyarakat.”

Menjadi seorang entrepreneur adalah sebuah perjalanan panjang.

Upaya Luuvu ini bukanlah sebuah hal yang dapat dilakukan hanya dalam waktu beberapa hari saja. Butuh kesabaran serta kerja keras untuk meyakinkan para influencer bahwa produk yang ia pasarkan adalah yang memang dicari konsumen.

Jika kamu adalah orang yang berharap untuk sukses secara instan lewat bisnis yang kamu rintis, mungkin kewirausahaan bukan jalan yang tepat untukmu. Menjadi seorang entrepreneur adalah sebuah perjalanan panjang, yang menuntut komitmenmu untuk terus menjadi sebuah pribadi yang dinamis serta haus akan perubahan.


Menjalankan sebuah bisnis dapat menjadi sebuah hal yang sangat menantang, tetapi hasil dari kerja keras tersebut akan menghadirkan pengalaman yang tidak ternilai harganya. Dengan beberapa tip di atas, diharapkan kamu dapat memiliki persiapan yang matang untuk mulai mengembangkan perusahaanmu sendiri di tahun yang akan datang.

Kamu memiliki tip menarik yang ingin kamu bagikan seputar membangun bisnis sendiri? Bagikan kepada kami di kolom komentar!

 

Sumber: ID Techinasia

(Diedit oleh Bams Putra)

Menu

Shares
Share This