Tumpuk di Tengah
                                        Kampanye Tumpuk di Tengah

Beberapa waktu lalu, salah satu restoran cepat saji mengkampanyekan untuk membersihkan sendiri bekas makanan. Banyak komentar bernada penolakan. Kebanyakan dari mereka berdalih bahwa hal tersebut justru merepotkan. Ada yang berkomentar bahwa petugas kebersihan nantinya tidak bekerja sesuai tugasnya jika kampanye tersebut dilakukan. Ada juga yang berpendapat bahwa dia memilih makan di luar rumah untuk menghindari membersihkan bekas makanan setelahnya.

Entah kenapa orang-orang ini berpikir bahwa dengan melakukan kampanye ini, kita justru menghilangkan jobdesk petugas kebersihan. Padahal bukan itu tujuannya. Seperti yang kita tahu, tempat makan tentu memiliki konsumen yang tidak sedikit. Pramusaji haruslah cekatan dalam bekerja membersihkan meja-meja yang ada. Dengan banyaknya konsumen, semakin banyak juga yang harus dibersihkan. Belum lagi pada jam-jam ramai pengunjung, mereka tentu akan kerepotan. Dengan membantu membersihkan bekas makanan kita sendiri, minimal membantu meringankan pekerjaan mereka. Minimal dengan tumpuk di tengah piring-piring dan juga gelas. Pramusaji hanya tinggal mengambilnya dan membersihkan meja. Kita pun sebagai pengunjung tentu akan lebih nyaman saat hendak mengobrol seusai makan.

Pernah suatu waktu, saya makan di restoran cepat saji. Saya melihat di depan saya ada laki-laki yang setelah makan, ia membereskan sendiri bekas makanannya. Dan saat ia pulang, ia membuang sendiri sampah bekas makanan dan menyimpan nampan pada tempat yang telah disediakan. Melihat itu saya merasa senang akan kesadarannya untuk membantu orang lain. Hal itu menular dan saya pun mengikuti tindakannya. Menyimpan nampan pada tempat yang disediakan dan mendapat terima kasih dan senyuman dari petugas kebersihan. Rasanya bahagia bisa membantu orang lain.

Simak video berikut https://www.youtube.com/watch?v=ORn7xNfFY4U

Shares
Share This