ALUR CERITA DAN PLOT

Cirebonmedia.com – Alur cerita dan plot. Itu unsur terpenting dalam sebuah cerita. Tanpa alur, cerita tidak akan bisa bercerita. Alur juga akan memudahkan seorang penulis untuk bisa mengatur struktur plot dan konflik dalam cerita. Dalam sebuah cerita, alur harus detail dan kompleks. Detail artinya, dalam menentukan alur, seorang penulis harus betul-betul memikirkan agar cerita dapat berjalan dan tidak menimbulkan pertanyaan pembaca. Sedangkan, kompleks artinya alur yang ada harus mencakup keseluruhan cerita, tidak boleh ada bagian dari cerita yang inkoheren.

Salah satu unsur terpenting dalam sebuah cerita adalah alur. Tanpa alur, cerita tidak akan bisa bercerita. Alur juga akan memudahkan seorang penulis untuk bisa mengatur struktur plot dan konflik dalam cerita.

Alur punya tahapan. Yang pertama adalah perkenalan. Lalu pembeberan mula, konflik, klimaks, anti klimaks, dan penyelesaian. Tahapan-tahapan inilah yang akan membentuk alur. Proses pembentukkannya tinggal membolak-balikkan tahapan-tahapan yang ada. Tahapan-tahapan itu bisa dikatakan sebagai aturan baku yang akan mempermudah kita dalam menjalankan sebuah cerita.

Foto : Google.com

Dari jenisnya alur dibedakan menjadi tiga, yaitu, alur maju, alur mundur, dan alur sorot balik. Alur maju atau biasa juga disebut alur lurus. Alur ini mempunyai tahapan yang lurus mulai dari perkenalan, pembeberan mula, konflik, klimaks, antiklimaks, penyelesaian. Biasanya penulis yang menggunakan alur ini adalah pemula. Karena alur ini tidak terlalu sulit. ceritanya pun mudah untuk dicerna, seperti cerita-cerita untuk anak-anak. Tetapi, bukan berarti alur ini tidak bisa digunakan untuk cerita-cerita serius, seperti roman, drama, dll. Selanjutnya alur mundur. Ini adalah alur yang memulai cerita dengan penyelesaian. Alur ini lebih sering ditemui pada cerita-cerita yang menggunakan setting waktu di masa lampau. Penulis yang akan menggunakan alur ini harus pintar menyusun cerita agar tidak membingungkan pembaca. Sebaiknya buatlah penyelesaian yang sederhana tapi bermakna dalam cerita Anda. Lalu, berikan gambaran yang jelas pada penyelesaian cerita tentang keseluruhan cerita.

Yang terakhir adalah alur campuran. Alur ini adalah alur yang diawali dengan klimaks, kemudian melihat lagi masa lampau dan diakhiri dengan penyelesaian. Alur ini jarang sekali digunakan karena sulit dipahami. Kalau kita mengerti trik-trik atau cara mengatur plot cerita, kita akan mudah menggunakannya. Setelah kita mengetahui dengan jelas alur apa yang akan digunakan, maka bisa langsung mengatur plot. Plot merupakan cara bagaimana cerita itu bisa berjalan dan dimengerti. Intinya, plot merupakan pengembangan dari alur yang kita gunakan. Mengatur struktur plot dapat kita lakukan saat proses penulisan berjalan. Oleh karena itu, jika kita ingin tahu plot itu seperti apa, kita harus mempraktekkannya dalam penulisan. “Menulislah, maka kamu akan melihat apa yang kamu tulis”.

 

Oleh, Beti

@dari berbagai sumber

Shares
Share This