Waspadai Penipuan Perusahaan Fiktif!!

@www.kiplinger.com

Modus penipuan perusahaan fiktif sudah ada semenjak dahulu kala dengan berbagi modus yang bervariasi. Kehadiran mereka di kemas seapik mungkin sehingga identitas perusahaan bodong tersebut berkamuflase seperti perusahaan berkualitas dan valid.

Para pelamar biasanya mudah tertarik karena proses recruitmen mudah dan pekerjaan yang ditawarkan sangat mudah. Kita bisa menyadari perusaahn tersebut adalah perusahaan fiktif pada saat proses recuitment. Namun, kebanyakan orang malah kegirangan pada saat ini karena proses recruitmen yang mudah itu sehingga mereka tidak menyadarinya.

Langkah awal dan pertama untuk menghindari modus perusahaan fiktif ini adalah kamu harus mengenali baik-baik flow dari proses recruitmen itu. Ada 6 tanda modus penipuan perusahaan fiktif yang perlu kamu kenali.

1. Proses recruitmen berbayar

Tanda yang pertama adalah adanya keharusan membayar pada proses recruitment. Para penipu biasanya meminta bayaran yang tak sedikit. Padahal, pada umumnya pada proses recruitment tidak ada sepeserpun biaya yang dibebankan kepada pelamar.

2. Meminta data pribadi tanpa undangan wawancara

Para pelaku biasanya meminta data pribadi tanpa undangan. Mereka akan mengirim pesan singkat melalui SMS dan mereka akan meminta data pribadi kamu, contohnya akun bank, nomor KTP, alamat, dan sebagainya. Data diri kamu biasanya akan diperjual belikan ke penadah oleh para pelaku.

Padahal, pada umunya proses yang benar adalah pihak perusahaan akan mengirimkan undangan wawancara terlebih dahulu ke e-mail kamu atau melalui telepon bukan melalui SMS.

3. Diterima tanpa wawancara

Sesi wawancara adalah sesi dalam proses recruitment yang paling menentukan diterima tidaknya para pelamar. Tapi, para pelaku biasanya melewatkan sesi ini dan kamu langsung diterima begitu saja.

4. Deskripsi pekerjaan tidak jelas

Umumnya saat kamu melamar sebuah pekerjaan, uraian mengenai tugas dan tanggung jawabnya dijelaskan secara detail. Tapi, pada perusahaan fiktif para pelaku tidak meberikan deskripsi pekerjaan yang jelas atau deskripsi perkerjaan tidak sesuai dengan tawaran pekerjaan.

5. Gaji terlalu tinggi bahkan tidak wajar

Perusahaan yang benar akan memberikan gaji sesuai standar perusahaan dan standar calon pencari kerja baik yang berpengalaman atau lulusan baru dalam batas standar. Umumnya perusahaan fiktif memberikan penawaran gaji yang terlalu tinggi kepada calon pekerja sebagai bentuk iming–iming semata, hal ini menjadi salah satu bentuk menarik perhatian calon korban.

6. Alamat email dan website mencurigakan

Umumnya sebuah perusahaan yang memiliki kredibilitas pasti mencantumkan kontak perusahaan seperti alamat kantor, nomor telepon, alamat email, dan website perusahaan tersebut. Berbeda dengan perusahaan fiktif. Perusahaan fiktif tidak mencantumkan situs resmi atau media sosial perusahaan yang menjelaskan profile dan kegiatan perusahaan.

 

Dikutip dari: The Smarter Way
Dikutip oleh: Nurfadhilah, SMKN 1 Palasah

 

Shares
Share This