Ciri-ciri Helm Standar Nasional Indonesia

The Light Carrier
  • 3 bulan
  • 109
  • 0

banyaknya kecelakaan bermotor, salah satunya karea pengendara tidak menggunakan  helm. namun tidak semarang helm bisa dipakai untuk menghindari benturan disaat terjadi kecelakaan. ini ciri-ciri helm tak layak digunakan sesusai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). SNI dirumuskan oleh Panitia Teknis dan ditetapkan oleh BSN.

  1. Bahan Helm
  • Dibuat dari bahan yang kuat, dan bukan logam.
  • Bahan pelengkap helm harus tahan lapuk, tahan air, dan tidak dapat terpengaruh oleh perubahan suhu.
  • Bahan-bahan yang bersentuhan dengan tubuh tidak boleh tebuat dari bahan yang dapat menyebabkan iritasi atau penyakit pada kulit.

2. Konstruksi

Konstruksi helm SNI. Sumber: waspada.online
  • Salah satu yang penting helm harus terdiri dari tempurung yang keras dengan permukaan yang halus, lapisan peredam benturan dan tali pengikat ke dagu.
  • Tinggi helm sekurang-kurangnya 114mm diukur dari puncak helm ke bidang utama yaitu bidang horizontal yang melalui lubang telinga dan bagian bawah dari dudukan bola mata.
  • untuk keliling bagian dalam helm (mm)

> S Antara 500 – kurang dari 540

> M Antara 540 – kurang dari 580

> L Antara 50 – kurang dari 620

> XL Lebih dari 620

  • Tempurung tidak menyatu dengan pelindung muka dan mata serta tidak boleh mempunyai penguatan setempat.
  • Peredam benturan terdiri dari lapisan peredam kejut yang dipasang pada permukaan bagian dalam tempurung dengan tebal sekurang-kurangnya 10mm dan jaring helm.
  • Tali pengikat dagu lebarnya minimum 20mm dan harus benar-benar berfungsi sebagai pengikat helm.
  • Tempurung tidak boleh ada tonjolan keluar yang tingginya melebihi 5mm.
  • Helm harus dilengkapi dengan pelindung telinga, penutup leher, pet yang bisa dipindahkan, tameng atau tutup dagu.
  • Memiliki daerah pelindung helm.
  • Helm tiak boleh mempengaruhi fungsi aura dari pengguna terhadap suatu bahaya. Lubang ventilasi dipasang pada tempurung sedemikian rupa sehingga dapat mempertahankan temperatur pda ruangan antara kepala dan tempurung.
  • helm harus dapat dipertahankan diatas kepala pengguna dengan kuat melalui atau mengunakan tali dengan cara menaitkan dibawah dagu atau melewati tali pemegang dibawah dagu yang dohubungkan dengan tempurung.
Sumber: wordpress.com
Oleh: Siti.J SMKN 1 Palasah

 

Shares
Share This